Disebut Negeri Syam karena setiap negara yang masuk dalam negara-negara Syam memiliki memiliki nama-nama khusus, yaitu:
- Yordania.
Yordania diberi nama ini karena ada Sungai Yordan yang melewati wilayahnya. Kata Yordania dalam bahasa Aram berarti sungai yang curam dan berkelok-kelok. - Palestina.
Palestina pada zaman kuno tidak dikenal dengan nama ini. Palestina disebut “Filistin”, sesuai dengan apa yang disebutkan oleh salah satu raja Asiria pada tahun 800 SM muncul dalam bentuknya yang sekarang. Disebut “Palestina.” Yang berarti daratan pesisir yang terletak di bagian selatan Suriah, membentang hingga Sinai di selatan, dan Lembah Yordan di bagian selatan timur. - Lebanon.
Asal usul namanya berasal dari kata Semit “laban”, yang berarti putih. Karena banyaknya puncak gunung di Lebanon yang tertutup salju pada musim dingin, maka diberi nama Lebanon. - Syria.
Nama Syria berasal dari kata Yunani kuno “asyria”, yang diberikan kepada bangsa Asyur di masa lalu Syria adalah bagian dari Kekaisaran Asyur pada masa itu.
Bumi Syam Bumi Para Anbiya
- Allah menyelamatkan Nabi Ibrahim AS dan Nabi Luth di bumi Syam.
وَنَجَّيْنَٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَٰلَمِينَ
“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”(QS.21:71)
Kalimat “negeri yang Kami telah memberkahinya” adalah negeri Syam menurut pendapat Ibnu Zaid, Qatada, Al-Hasan Al-Basri, Ibnu Abbas, Abu Al-Aliyah, dan lebih dari satu orang.
Pendapat ini sejalan dengan pendapat Ibnu Taimiyah bahwa tanah yang Allah berkahi adalah tanah Syam, khususnya tanah Palestina dan Al-Quds.
- Nabi Musa AS
وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۖ
“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.”(QS.Al-A’raf:137)
Dalam ayat ini yang tertindas Nabi Musa AS dan kaumnya terusir dan Allah perintahkan untuk ke negeri yang Allah berkahi yaitu bumi Syam, tetapi belum sampai ke tempat Nabi Musa AS wafat.
- Nabi Sulaiman AS.
وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ
Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkahinya.
Yang dimaksud negeri yang kami telah memberkahinya adalah Palestina, bumi Syam.
- Nabi Muhammad SAW
سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ
“Artinya: Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsha yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS.17:1)
Dalam sejarah Nabi Muhammad SAW sebanyak tiga kali mengunjungi bumi Syam : satu kali ketika beliau masih kecil bersama pamannya yang sedang berdagang. Dan suatu kali pada saat Perjalanan Malam dan Mi’raj. Suatu ketika, dia mencapai perbatasan Syam dengan tentara Al-Asra dalam perang Tabuk.
- Para Nabi lainnya.
Sejarah bumi Syam terkait dengan perjalanan para Nabi ulul azmi dan para nabi serta rasul nabi-nabi lainnya seperti : Nabi luth, Ishak, Yakub, Ayub, Daud, Ilyas, Zulkifli, Zakaria, dan Yahya.
Kedudukan Bumi Syam dalam Hadits
- Kebaikan negeri Syam.
طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا
“Kebaikan pada negeri Syam.’ Kami bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.”(HR. Tirmidzi)
- Do’a Nabi SAW untuk bumi Syam.
عَنْ ابْنِ عُمَرَ قَالَ: قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا، قَالَ: قَالُوا: وَفِي نَجْدِنَا، قَالَ: قَالَ: اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي شَامِنَا وَفِي يَمَنِنَا، قَالَ: قَالُوا: وَفِي نَجْدِنَا، قَالَ: قَالَ: هُنَاكَ الزَّلَازِلُ وَالْفِتَنُ، وَبِهَا يَطْلُعُ قَرْنُ الشَّيْطَانِ.
Dari Ibnu Umar, ia berkata, “Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda, ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.’
Ibnu ‘Umar berkata, “Para sahabat berkata, ‘Juga untuk negeri Najed kami.’ Beliau kembali berdoa. ‘Ya Allah, berkahilah kami pada negeri Syam kami dan negeri Yaman kami.’ Para sahabat berkata lagi, ‘Juga untuk negeri Najed kami.’
Ibnu ‘Umar berkata, “Beliau lalu berdoa, ‘Di sanalah akan terjadi bencana dan fitnah, dan di sana akan muncul tanduk setan.’” (HR. Al-Bukhari No. 979)
- Kekokohan iman ada di bumi Syam.
عَنْ أَبِي الدَّرْدَاء رَضيَ اللَّه عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُوْلُ الله صَلَّى اللهِ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: بَيْنَا أَنَا نَائِمٌ إِذْ رَأَيْتُ عَمُوْدَ الْكِتَابِ اُحْتُمِلَ مِنْ تَحْتِ رَأْسِي، فَظَنَنْتُ أَنَّهُ مَذْهُوْبٌ بِهِ، فَأَتْبَعَتْهُ بَصَرِي، فَعُمِدَ بِهِ إِلَى الشَّامِ، أَلَا وَإِنَّ الْإِيْمَانَ حِيْنَ تَقَعُ الْفِتنَ بِالشَّامِ.
Dari Abu Darda’ radhiyallahu ‘anhu dia berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berkata, “Di saat tidur aku melihat tiang-tiang kitab (iman) telah diambil para malaikat dari bawah kepalaku, aku sangka iman akan tercabut dari muka bumi ini. Kemudian aku ikuti arah pandanganku lalu cahaya itu ditegakkan ke arah Syam. Tidakkah Iman akan tetap ada di negeri Syam di saat terjadi fitnah.” (HR. Ahmad No. 21733; dishahihkan oleh al-Arnauth)
- Negeri Syam negeri pilihan Allah SWT.
عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ حَوَالَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ: كُنَّا عِنْدَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَشَكَوْنَا إِلَيْهِ العُرْي وَالْفَقْرَ وَقِلَّةَ الشَّيْءِ، فَقَالَ رَسُوْلِ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: أَبْشِرُوْا؛ فَوَاللهِ! لِأَنَّا مِنْ كَثْرَةِ الشَّيْءِ أَخْوَفُ عَلَيْكُمْ مِنْ قِلَّتِهِ، وَاللهِ! لَا يَزَالُ هَذَا الْأَمْرُ فِيْكُمْ حَتَّى يَفْتَحَ اللهُ عَزَّ وَجَلَّ أَرْضَ فَارِسٍ، وَأَرْضَ الرُّوْمِ، وَأَرْضَ حِمْيَرِ، وَحَتَّى تَكُوْنُوا أَجْنَاداً ثَلَاثَة: جُنْداً بِالشَّامِ، وَجُنْداً بِالْعِرَاقِ، وَجُنْداً بِالْيَمَنِ، وَحَتَّى يُعْطَى الرَّجُلُ الْمِئَةَ فَيَسْخَطُهَا. قَالَ ابْنُ حَوَالَةَ: فَقُلْتُ: يَا رَسُوْلَ اللهِ! اِخْتَرْ لِي إِنْ أَدْرَكَنِي ذَلِكَ؟ قَالَ: إِنِّي أَخْتَارُ لَكَ الشَّامَ؛ فَإِنَّهُ صَفْوَةُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ بِلَادِهِ، وَإِلَيْهِ يُحْشَرُ صَفْوَتُهُ مِنْ عِبَادِهِ. يَا أَهْلَ الْيَمَنِ! عَلَيْكُمْ باِلشَّامِ؛ فَإِنَّهُ صَفْوَةُ اللهِ عَزَّ وَجَلَّ مِنْ أَرْضِ الشَّامِ، أَلَا فَمَنْ أَبَى؛ فَلْيَسْقِ مِنْ غُدُرِ الْيَمَنِ -جَمْعُ غَدِيْرِ الْمَاءِ-؛ فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ قَدْ تَكَفَّلَ بِالشَّامِ وَأَهْلِهِ.
Dari Abdullah bin Hawalah radhiyallahu ‘anhu, “Ketika kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, kami mengadu kepada beliau tentang kekurangan sandang, kefakiran, dan kemiskinan. Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, ‘Ketahuilah, demi Allah, kegelimangan (harta) kalian lebih aku takutkan pada kalian daripada kemiskinannya. Demi Allah, perkara ini akan tetap ada pada kalian sampai Allah membebaskan wilayah Persia, wilayah Romawi, dan wilayah Iraq untuk kalian, sehingga terbentuk tiga kelompok pasukan; pasukan di negeri Syam, pasukan di negeri Iraq, dan pasukan di negeri Yaman, hingga seorang laki-laki diberi seratus namun ia tetap merasa tidak puas.’ Ibnu Hawalah berkata, aku berkata, ‘Wahai Rasulullah, pilihkan tempat untukku jika aku menjumpai itu?’ Beliau bersabda, ‘Aku memilihkan negeri Syam untukmu; karena Syam adalah pilihan Allah dari negeri-negeri-Nya, dan di sanalah terkumpul hamba-hamba pilihan-Nya. Wahai penduduk Yaman, hendaklah kalian pergi ke Syam. Karena itu adalah pilihan Allah ‘azza wajalla dari negeri Syam. Bagi yang enggan, hendaklah ia memberi air dari sungai yaman. Karena sesungguhnya Allah ‘azza wajalla telah menjamin negeri Syam dan penduduknya. (HR. Ibnu Asakir dalam kitab Tarikh Damsyiq, 1/75; Al-Albani menyatakan sanadnya shahih dan perawinya Tsiqah, As-Silsilah ash-Shahihah, 7/1260)
- Berkurangnya keberkahan bumi Syam karena kemaksiatan penduduknya.
عَنْ مُعَاوِيَةَ بْنِ قُرَّةَ عَنْ أبيه رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ قَالَ: قَالَ رَسُولِ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم: إِذَا فَسَدَ أَهْلُ الشَّامِ فَلَا خَيْرَ فِيكُمْ وَلَنْ تَزَالَ طَائِفَةٌ مِنْ أُمَّتِي مَنْصُورِينَ لَا يَضُرُّهُمْ مَنْ خَذَلَهُمْ حَتَّى تَقُومَ السَّاعَةُ.
Dari Muawiyah bin Qurrah dari Bapaknya radhiyallahu ‘anhu, dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Jika penduduk negeri Syam telah rusak maka tidak ada kebaikan pada kalian. Akan tetapada di kalangan umatku sekelompok orang yang mendapat pertolongan, orang-orang yang suka merendahkan tidak akan bisa membahayakan mereka sampai hari Kiamat tiba.” (HR. Ahmad No. 15044).
Refrensi :
Shamela.ws
wrraqoon.com
www.noor.book.com
ar.Islamway.net






