Jeritan Rumah Sakit Gaza: “Kami Akan Jadi Kuburan Sunyi”

by

Jakarta (11/7/2025) – Krisis bahan bakar di Gaza telah mencapai titik kritis. Pasokan yang tersisa hanya cukup untuk ruang ICU dan fasilitas pengolahan air bersih. Itu pun diperkirakan akan segera habis.

Layanan ambulans terhenti, sistem distribusi air berada di ambang kehancuran, dan lonjakan angka kematian diprediksi tak terhindarkan jika bahan bakar tidak segera diperbolehkan masuk.

Di Rumah Sakit Al-Shifa, lebih dari 100 bayi lahir prematur dan sekitar 350 pasien cuci darah kini berada dalam kondisi kritis.

Direktur rumah sakit mengungkapkan bahwa pasokan oksigen, laboratorium, dan bank darah hampir berhenti beroperasi karena listrik tak lagi mencukupi. la menyebut bahwa rumah sakit tak lagi bisa menjalankan fungsinya sebagai tempat penyembuhan dan justru bisa menjadi tempat kematian massal.

Kondisi serupa terjadi di Rumah Sakit Nasser, yang menyebut bahwa mereka telah memasuki jam-jam terakhir operasional. Dengan kebutuhan harian sebesar 4.500 liter, rumah sakit kini hanya memiliki 3.000 liter bahan bakar-cukup untuk bertahan 24 jam.

Dokter terpaksa melakukan operasi dalam kondisi tanpa listrik, tanpa AC, dan suhu tinggi yang membuat keringat tenaga medis menetes ke luka pasien, meningkatkan risiko infeksi.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *