Alasan Umat Islam Wajib Bantu Palestina (Bagian 1)

by

Penulis: Nurjanah Hulwani SAg, ME
Ketua KPIPA

Bagi umat Islam, persoalan Palestina bukan hanya persoalan kemanusiaan saja tetapi lebih dari itu yaitu persoalan aqidah atau keimanan. Setiap muslim akan diminta pertanggung jawaban di hadapan Allah atas kewajibannya membantu Palestina.

Yang terjadi di Gaza sejak 7 Oktober 2023 sampai hari ini adalah bagian dari rencana penjajah Zionis Israel untuk menguasai tanah Palestina. Selama dua tahun genosida, Israel melakukan 136 kali penyerangan terhadap rakyat sipil Gaza dengan kekuatan 200 ton peledak.

Sejak tahun 1948 Zionis Israel terus melakukan serangan demi serangan ke Palestina, baik di Tepi Barat, Al-Quds, dan puncaknya di Gaza. Upaya penyerangan yang terus menurus dan program Yahudisasi menguasi 85% tanah Palestina. Pada tahun 2021 data mencatat Palestina hanya memiliki 15 persen wilayah. Sementara sebagian besar wilayah, 85 persen, dikuasai oleh Israel.(kumparan.com)

Kekuatan Israel dengan dukungan Amerika dan diamnya negara-negara Arab membuat Israel menguasai mayoritas tanah Palestina. Jika umat Islam seluruh dunia termasuk didalamnya negara-negara Arab masih berdiam diri tidak bergerak bersama melawan penajah Israel, maka 15% tanah Palestina yang tersisa akan mereka kuasai.

Dr.Yusuf Al-Qardhawi di setiap khutbah dan tulisannya selalu mengulang-ulang bahwa mendukung perjuangan Palestina adalah kewajiban bagi setiap Muslim. Dan sudah saatnya bagi kita, bangsa Arab dan Muslim, bangsa yang membawa kemenangan, keabadian, dan kebaikan, untuk bangkit dan melindungi perjuangan Palestina.

Allah sudah mandatkan kewajiban bela Palestina secara fisik kepada rakyatnya yang berhadapan langsung dengan penajajah Israel. Sedangkan umat Islam seluruh dunia punya kewajiban membantu perjuangan Palestina dengan peran masing-masing.

Kewajiban pejabat eksekutif dan legislatif berjuang dengan jabatannya. Para pengusaha berjuang dengan bisnisnya dengan mengelola bisnis non produk Israel dan menyisihkan keuntungan bisnisnya untuk Palestina. Tenaga pendidik berjuang dengan memasukkan kurikulum kepalestinaan (baitul maqdis). Seniman dan artis berjuang dengan membuat konten dan tayangan yang membela Palestina. Begitu juga para muslimah dan ibu rumah tangga berjuang untuk terus melakukan edukasi dalam keluarga dan di majelis taklim atau di komunitas-komunitas yang dimiliki.

Pondasi awal umat Islam berjuang membela Palestina adalah keimanan. Dalam Islam terang benderang Allah menjelaskan alasan kita wajib membantu Palestina. Berikut alasan-alasan umat Islam wajib membantu Palestina:

  1. Kesucian Masjid Al-Aqsa yang dinodai Zionis Israel

Sebagian kecil bentuk-bentuk penodaan Masjid Al-Aqsa yang dilakukan Zionis Israel:

  • 21 Agustus 1969: Masjid Al-Aqsa dibakar oleh agen Israel yang menyamar sebagai turis Australia
  • 2 November 1969: Wakil Perdana Menteri Israel Yuval Alon dan asistennya menyerbu masjid
  • 28 Januari 1976: Pengadilan Distrik Israel memutuskan bahwa orang Yahudi mempunyai hak untuk menjalankan ritual ibadahnya di dalam Al-Aqsa
  • 13 Januari 1981: Anggota gerakan Temple Mount Trustees dan kelompok lain menyerbu Al-Aqsa dan mengibarkan bendera Israel beserta Taurat
  • 28 Agustus 1981: Ditemukannya terowongan yang memanjang di bawah masjid Al-Aqsa, dimulai dari Tembok Buraq
  • 24 Februari 1982: Ketua Gerakan Pembina Temple Mount, Goshon Salmon, menyerbu lapangan Al-Aqsa.

Allah SWT telah memuliakan Masjid Al-Aqsa. Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah Al-Isra ayat 1,

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.17:1)

Dari surah Al-Isra ayat satu ini terdapat gambaran tentang keutamaan dan kemuliaan dari Masjid Al-Aqsa dan Palestina, di antaranya:

  • Tempat mikraj Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam.
    Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasallam dari Masjid Al-Haram (Makkah) ke Masjid Al-Aqsa (Palestina) untuk menjelaskan kepada umat Islam bahwa kedudukan antara Masjid Al-Haram dengan Masjid Al-Aqsa memiliki kemuliaan dan keutamaan yang sama. Dengan kata lain, umat Islam diminta untuk menjaga kesucian kedua masjid tersebut. Siapa yang mengabaikan salah satunya, maka ia mengabaikan yang lain.

Dalam ayat ini juga Allah memuliakan kedua masjid tersebut dengan memberi nama langsung Masjid Al-Haram dan Masjid Al-Aqsa. Padahal bukan hal yang sulit bagi Allah untuk memikrajkan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram langsung ke Sidratul Muntaha tanpa melalui Baitul Maqdis.

  • Masjid Al-Aqsa adalah kiblat pertama dan Masjid Al-Haram adalah kiblat kedua umat Islam.
    Keterikatan antara Masjid Al-Haram dengan Masjid Al-Aqsa yaitu keduanya Allah jadikan kiblat umat Islam. Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى الْكَعْبَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ } فَتَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ وَقَالَ السُّفَهَاءُ مِنْ النَّاسِ وَهُمْ الْيَهُودُ مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمْ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ } فَصَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ ثُمَّ خَرَجَ بَعْدَ مَا صَلَّى فَمَرَّ عَلَى قَوْمٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ هُوَ يَشْهَدُ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَّهُ تَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ فَتَحَرَّفَ الْقَوْمُ حَتَّى تَوَجَّهُوا نَحْوَ الْكَعْبَةِ

“Telah menceritakan kepada kami (‘Abdullah bin Raja’) berkata, telah menceritakan kepada kami (Israil) dari (Abu Ishaq) dari (Al Bara’ bin ‘Azib? radliallahu ‘anhuma) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam salat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, dan Rasulullah SAW menginginkan kiblat tersebut dialihkan ke arah Ka’bah. Maka Allah menurunkan ayat: (“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit) ‘ (QS. Al Baqarah: 144). Maka kemudian Nabi salallahu alaihi wasallam menghadap ke Ka’bah. Lalu berkatalah orang-orang yang kurang akal, yaitu orang-orang Yahudi: ‘(Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus) ‘ (QS. Al Baqarah: 144). Kemudian ada seseorang yang ikut salat bersama Nabi saw, orang itu kemudian keluar setelah menyelesaikan salatnya. Kemudian orang itu melewati Kaum Anshar yang sedang melaksanakan shalat ‘Ashar dengan menghadap Baitul Maqdis. Lalu orang itu bersaksi bahwa dia telah shalat bersama Rasulullah salallahu alaihi wasallam dengan menghadap Ka’bah. Maka orang-orang itu pun berputar dan menghadap Ka’bah.” (HR.Bukhari)

  • Masjid Al-Aqsa adalah salah satu dari tiga masjid yang harus umat Islam kunjungi. Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri radiallahu anhu, bahwa Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

( وَلاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى وَمَسْجِدِي (البخاري)

“Janganlah melaksanakan suatu perjalanan, kecuali ke tiga masjid ini: Masjidil Haram, Masjid Al-Aqsa, dan Masjidku (Masjid Nabawi).” (HR. Bukhari)

  • Al-Quds dimuliakan karena adanya Masjid Al-Aqsa.
    Kemuliaan kota Makkah Mukarramah karena di dalamnya ada Masjid Al-Haram, kemuliaan kota Madinah karena di dalamnya ada Masjid Nabawi juga makam Nabi SAW, dan kemuliaan kota Al-Quds karena di dalamnya ada Masjid Al-Aqsa yang Allah turunkan keberkahan di sekitarnya.
  • Palestina negeri para nabi.
    Surat Al-Isra ayat satu menggambarkan bahwa Palestina adalah negeri para nabi. Di ayat tersebut Allah memperjalankan Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasallam dari Makkah menuju Palestina dan me-mikraj-kan dari Palestina ke langit ke-tujuh. Selain Nabi Muhammad salallahu ‘alaihi wasallam, ada sembilan Nabi lainnya di Palestina yaitu:

a)​ Nabi Ibrahim ‘alaihissalam.

Tempat tinggal beliau di Irak lalu hijrah ke Palestina bersama keluarganya dan keponakannya Harun. Beliau tinggal dan wafat di Palestina.

b)​ Nabi Ishak ‘alaihissalam.

Nabi Ishak ‘alaihissalam adalah putra dari Nabi Ibrahim ‘alaihissalam. Ia hidup dan wafat di Palestina.

c)​ Nabi Daud ‘alaihissalam.

Beliau hidup dan wafat di Palestina.

d)​ Nabi Sulaiman ‘alaihissalam.

Beliau putra Nabi Daud ‘alaihissalam. Nabi Sulaiman ‘alaihissalam tinggal di Al-Quds. Ia mewarisi jabatan raja dari ayahnya. Pada tahun keempat pemerintahannya ia mulai pembangunan Al-Quds, dan menghabiskan tujuh tahun di dalamnya, dan menyelesaikannya pada tahun kesebelas pemerintahannya. Kemudian dia membangun rumah kerajaannya di Al-Quds selama tiga belas tahun, dan tetap tinggal di Palestina sampai wafat.

e)​ Nabi Yakub ‘alaihissalam.

Ia putra Nabi Ishak ‘alaihissalam, memiliki putra Nabi Yusuf alaihissalam. Beliau lama di Mesir lalu pindah ke Palestina sampai wafat.

f)​ Nabi Zakaria ‘alaihissalam.

Ia lahir dan hidup di Palestina. Tentang wafatnya, ada dua pendapat: ada yang mengatakan wafat di Palestina dan pendapat lain wafat di Suriah.

g)​ Nabi Yahya ‘alaihissalam.

Beliau adalah putra Nabi Zakaria ‘alaihissalam. Hidup di Palestina dan meninggal di Suriah.

h)​ Nabi Isa ‘alaihissalam.

Beliau adalah putra dari Maryam, lahir dan tinggal di Palestina. Beliau pernah hijrah bersama ibunya ke Mesir lalu kembali dan tinggal di Palestina.

  • Mendapat lipatan pahala salat di dalam Masjid Al-Aqsa.
    Yang salat di dalam Masjid Al-Aqsa akan mendapatkan lipatan pahala. Ada beberapa hadis tentang lipatan pahala. Ada yang menyebut seribu kali lipat, 250 kali lipat, dan pendapat yang paling banyak 500 kali lipat salat di masjid biasa, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut:

الصلاة في المسجد الحرام بمائة ألف صلاة، والصلاة في مسجدي، بألف صلاة، والصلاة في بيت المقدس بخمسمائة صلاة

Artinya : ”Salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada salat di masjid-masjid lainnya. Salat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan Salat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR. Ahmad dari Abu Darda).

  • Palestina bumi jihad dan ribat.
    Pengertian jihad adalah orang yang berjuang dengan dirinya sendiri dalam ketaatan kepada Allah. Sedangkan pengertian ribat adalah berjaga-jaga menghadapi musuh di medan perang. Allah jadikan Palestina sebagai bumi jihad dan ribat karena Ia memuliakan bumi Palestina. Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan dalam haditsnya,

أول هذا الأمر نبوة ورحمة ثم يكون خلافة ورحمة ثم ملكا ورحمة ثم إمارة ورحمة ثم يتكادمون عليها تكادم الحمير فعليكم بالجهاد وإن أفضل جهادكم الرباط وإن أفضل رباطكم عسقلان ” .

“Awal urusan ini adalah kenabian dan rahmat, kemudian berikutnya kekhilafahan dan rahmat, kemudian berikutnya kerajaan dan rahmat, kemudian berikutnya pemerintahan dan rahmat, kemudian mereka saling merebutnya sebagaimana gigitan keledai, maka wajib bagi kalian untuk berjihad, dan sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribat (terikat dengannya), dan sebaik-baik ribat adalah di ‘Asqalan”. (hadis sahih menurut Al-Bani)

Kedudukan hadis ini adalah hadis sahih, seperti yang dikatakan Al-Albani—semoga Allah merahmatinya—dalam Al-Silsilah Al-Sahih.

Kota ‘Asqalan adalah salah satu kota di Palestina yang berdekatan dengan Gaza. ‘Asqalan terletak di selatan Palestina, sedangkan Gaza terletak di barat daya ‘Asqalan. Kota Gaza sampai terjadinya perang salib adalah bagian dari ‘Asqalan sampai dikenal dengan “Gaza ‘Asqalan, meskipun jarak antara ‘Asqalan dan Gaza sekitar 21 km. Kota ‘Asqalan juga pernah dikuasai Zionis Israel dan dijadikan salah satu penjara Israel.

Apa yang dilakukan rakyat Palestina saat ini baik di Gaza, Al-Quds, dan Tepi Barat melawan Zionis Israel adalah bentuk jihad dan ribat di Palestina. Begitu juga umat Islam di luar Palestina yang membersamai pejuang Palestina, jihad dan ribatnya bisa dengan kekuatan harta, kekuatan politik, kekuatan media dan kekuatan doa.

Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam menjelaskan walaupun beratnya perjuangan yang diemban rakyat Palestina, akan selalu ada hamba-hamba Allah yang berjuang baik di dalam atau di luar Palestina, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis beliau:

لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين على من ناوأهم. كالإناء بين الأكلة حتى يأتي أمر الله عز وجل وهم كذلك. قلنا: يارسول الله وأين هم؟قال بأكناف بيت المقدس. والحديث رواه الطبراني في الكبير وصححه الألباني رحمه الله تعالى.

“Senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berjaya di atas kebenaran mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka sebagaimana pinggan yang dikelilingi oleh orang yang hendak makan, hingga datang keputusan Allah Azza wa Jalla dan mereka (thaifah manshurah tersebut) tetap seperti itu.

Kami bertanya, ”Wahai Rasulullah, di manakah mereka itu?” Rasulullah ﷺ menjawab, ”Di sisi Baitul Maqdis.” (Hadits riwayat ath-Thabrani di dalam Al-Kabir dan Al-Albani rahimahullah mengatakan hadits ini shahih)

Syekh Dr. Yusuf Juma Salama, seorang khatib Masjid Al-Aqsa, menjelaskan tentang keutamaan dan pahala ribat di Palestina, sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa hadis Rasulullah salallahu ‘alaihi wasallam sebagai berikut:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَرَوْحَةٌ يَرُوحُهَا الْعَبْدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ لَغَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

“Dari [Sahl bin Sa’d] bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath satu hari di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya. Dan tempat cambuk salah seorang dari kalian di surga lebih baik dari dunia seisinya. Dan keluarnya seorang hamba di jalan Allah pada waktu pagi atau sore hari adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Tirmidzi)

Dan juga hadis yang diriwayatkan dari Syurahbil:

عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ السِّمْطِ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

“Dari [Syurahbil bin As Simth] dari [Salman] dia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath (berjaga-jaga di perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam sebulan penuh, jika dia meninggal maka amalannya senantiasa mengalir sebagaimana yang pernah diamalkan, mengalir pula rezekinya dan terbebas dari fitnah.” (HR.Muslim)

Dan hadits yang disampaikan dari Fadhalah bin Ubaid,

أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ

“Telah mendengar [Fadhalah bin Ubaid] menceritakan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap mayit ditutup berdasarkan amalnya kecuali orang yang mati saat berjaga di jalan Allah, maka amalnya akan tetap berkembang hingga hari kiamat, dan ia akan aman dari fitnah Dajjal.”(HR.Tirmidzi)

Itulah keutaman-keutamaan ribat yang akan didapatkan bagi umat Islam yang ada di dalam atau di luar Palestina.

  • Palestina salah satu negeri Syam yang Allah muliakan.
    Palestina adalah salah satu dari empat negara yang ada di bumi Syam yaitu Yordania, Suriah, Lebanon dan Palestina. Dalam surah Al-Anbiya ayat 21”

وَنَجَّيْنَٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَٰلَمِينَ

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”(QS.21:71)

Menurut Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya frasa “ke sebuah negeri yang kami berkahi“ maksudnya adalah kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke negeri Syam, yang sebelumnya mereka berdua berada di Irak. Nabi Ibrahim ‘alaihissalam adalah paman Nabi Luth. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Abbas.

Diriwayatkan oleh Sahabat mulia, Zaid bin Tsabit radhiyallahu ‘anhu, dia berkata: Kami bersama Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam sedang menulis Al-Qur’an dari pelepah kayu, kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Kebaikan pada negeri Syam.” Kami bertanya, “Mengapa wahai Rasulullah?” Beliau bersabda: “Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.”

Kalimat (باسطة أجنحتها عليها ) maksudnya mengembangkan sayapnya di atas wilayah Syam dan penduduknya dengan menjaganya dari kekafiran. Al-Qari berkata, “Al-Manawi berkata yakni menaungi dan menjaga dengan diturunkan barokah, serta mencegah bencana dan kerusakan.” (Tuhfatul Ahwazi, 10/315)

Gambaran tentang kedudukan Masjid Al-Aqsa dan Palestina dalam Al-Qur’an dan hadis di atas menjadi dalil kewajiban umat Islam mengembalikan kesucian dan kepemilikan Masjid Al-Aqsa sekaligus mengembalikan peta Palestina seutuhnya.

(Foto: Serambinews)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *