Jakarta (16/9/2026) – “Barang siapa yang ingin dilapangkan rezekinya dan dipanjangkan umurnya, hendaklah ia menyambung tali silaturahmi.” Demikian sabda Rasulullah SAW dalam hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari dan Muslim.
Hari ini, Rabu (16/9), pengurus Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsa (KPIPA) mengunjungi Dewan Pengurus Pusat Wanita Persatuan Ummat Islam (DPP Wanita PUI) di kantornya, Jalan Balai Rakyat, Jakarta Selatan. Kunjungan ini merupakan bagian dari rangkaian kegiatan silaturahmi KPIPA kepada 10 ormas pendiri.
Delegasi KPIPA yang dipimpin langsung oleh Ketua Nurjanah Hulwani disambut dengan hangat oleh Ketua Umum DPP Wanita PUI, Herliani, beserta jajaran pengurus.
Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, memberi apresiasi besar terhadap kontribusi pengurus Wanita PUI untuk masyarakat Indonesia.
“Kita tidak bisa membantu Palestina jika kondisi di Indonesia belum baik. Karenanya, KPIPA dan ormas pendiri ini berbagi tugas. Ormas berjuang dengan program-programnya, KPIPA melaksanakan program kepalestinaan. Dan kita berkolaborasi untuk membantu Palestina merdeka,” ujarnya.
KPIPA sendiri, kata Nurjanah, bertujuan menghimpun kekuatan perempuan Indonesia untuk membela Palestina secara bertahap. Dimulai dengan perempuan muslimah dan akan dilanjutkan dengan mengajak semua elemen masyarakat. Sebab, pembelaan Palestina tidak bisa dikerjakan oleh satu lembaga saja.
“KPIPA punya rencana membuat kurikulum pendidikan kepalestinaan bagi anak didik. Melalui kurikulum ini, kita berharap generasi mendatang lebih banyak berbuat untuk Palestina dan lebih berkualitas. Kita bisa berkolaborasi di sini. Sebab, perjuangan membela Palestina tidak boleh berhenti di usia biologis, tetapi harus dilanjutkan oleh generasi penerus,” lanjut Nurjanah.
Saat ini KPIPA sudah membuka cabang di daerah-daerah, di antaranya KPSP di Sumatera Utara, Alma di Jawa Barat, dan Pelita di Depok. Selain itu, KPIPA juga sudah membentuk Koalisi Daiyah yang bergerak di bidang dakwah, Koalisi Perempuan Muda Indonesia Peduli Palestina (KPMIP) sebagai wadah anak muda bersuara untuk Palestina, dan Perempuan Seni untuk Palestina (Puspa) yang merupakan kumpulan influencer pembela Palestina.
Nurjanah berharap dapat berkolaborasi lebih banyak dengan Wanita PUI dalam kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di daerah.
Ketua Wanita PUI, Herliani, menyambut hal tersebut dengan antusias. Ia mengatakan jika medan dakwah sangat banyak, dan butuh tangan-tangan terampil untuk melaksanakannya.
“PUI berfokus pada tiga hal: struktur, majelis taklim, dan lembaga pendidikan yang terdiri dari RA, MI, MTs, MA, hingga perguruan tinggi. Perguruan tinggi PUI terdiri dari institut dan universitas. Kita menaruh harapan besar pada Himpunan Mahasiswa (Hima) untuk meneruskan perjuangan generasi sebelumnya,” tuturnya.
Markas PUI yang paling besar berada di Majalengka. Semua kegiatan berpusat di Badan Permusyawaratan Muslimin (Bapermin), seperti urusan mualaf, MTQ, lomba-lomba, dll. MTs Darul Ulum Majalengka saat ini menjadi sekolah unggulan.
“Pemudi PUI bernama Sofya Cahaya Bangsa (SCB). Semoga kita bisa selalu berkolaborasi. Palestina selalu di hati,” tutupnya.
Kunjungan diakhiri dengan foto bersama dan penyerahan cinderamata.







