Milad KPIPA Ke-5: Solidaritas Tanpa Jeda untuk Palestina

by

Jakarta (19/8/2025) – Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al-Aqsha (KPIPA) tak akan pernah berhenti menyuarakan solidaritas untuk Palestina. Bahkan, perjuangan demi kemerdekaan Palestina diwariskan dari generasi ke generasi. Demikian terungkap dalam peringatan Milad ke-5 KPIPA pada Senin (18/8) di Gedung Meet Her Integrated Facilities, Jakarta.

Milad KPIPA dihadiri oleh pimpinan 10 ormas pendiri, yaitu Wanita Al Irsyad, Muslimat Matlaul Anwar, Muslimat Al-Wasliyah, Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Wanita PUI, Wanita Perwati, Wanita Islam, IGRA Nasional, Persaudaraan Muslimah (Salimah), dan Adara Relief International. Selain itu, ada pula tamu undangan dari BMIWI, Koalisi PUSPA, Wakaf Orbit, Gerai Adara, Koalisi Daiyah, KPMIP, dan tokoh lainnya.

Acara dari pukul 16.00 hingga 17.30 berlangsung khidmat. Tak sedikit yang meneteskan air mata, terlebih ketika Ketua KPIPA, Nurjanah Hulwani, menyampaikan kondisi terkini Palestina.

“Hingga tanggal 15 Agustus kemarin, 240 orang syahid akibat kelaparan dan malnutrisi, termasuk 106 anak-anak. 40 ribu bayi dan 100 ribu ibu menyusui mengalami malnutrisi. Jika dihitung sejak 7 Oktober 2023, 61.776 jiwa syahid dan 154.906 orang luka-luka,” jelas Nurjanah.

Ia juga menayangkan video kebrutalan tentara Israel yang melakukan pembunuhan dengan menggunakan bom serta kelaparan.

“Bantuan kita tidak bisa menjangkau seluruh warga Gaza karena keterbatasan jumlah. Mari berusaha agar setiap kita menyiapkan menu yang akan kita makan, siapkan juga segelas minum dan sepiring makan utk rakyat Gaza. Setetes kepedulian jika digabung akan menjadi lautan kepedulian,” ajaknya.

Sementara itu, Wakil Ketua KPIPA, Hasanah Ubaidillah, menyampaikan kiprah KPIPA yang sukses menyelenggarakan konferensi internasional Palestina bulan Mei lalu. Tahun ini KPIPA juga meluncurkan Koalisi Perempuan Muda Indonesia untuk Palestina (KPMIP). Sedangkan tahun lalu meluncurkan Koalisi Daiyah dan Ulama Perempuan untuk Al-Quds dan Palestina.

“Kita juga akan membentuk koalisi tenaga medis dan koalisi perempuan seni untuk Al-Quds dan Palestina. Kita mempersilahkan kepada para perempuan muda, daiyah, ulama, tenaga medis, dan pekerja seni untuk bergabung dan bergerak bersama KPIPA meniti jalan perjuangan hingga Masjid Al-Aqsa dan Palestina kembali ke pangkuan umat Islam,” katanya.

Pada tanggal 14 September nanti KPIPA akan menyelenggarakan aksi solidaritas anak Indonesia untuk anak Palestina.

Selanjutnya, Ketua PB Al Irsyad, Fahimah Askar, dalam tausiyahnya mengajak seluruh masyarakat untuk terus menyuarakan dukungan bagi rakyat Palestina.

“Mari terus bergandengan tangan dengan doa, donasi, serta aksi nyata tanpa kenal lelah, yaitu boikot produk pendukung zionisme. Boikot merupakan bagian usaha memperjuangkan hak-hak rakyat Palestina. Jangan remehkan kekuatan konsumen. Setiap rupiah yang kita belanjakan harus menjadi perjuangan, bukan menambah panjang penderitaan”, ujarnya.

Fahimah juga menyebut perlunya membangun kesadaran masyarakat melalui edukasi. Edukasi dapat menggunakan berbagai fasilitas seperti media sosial dan ruang-ruang publik lainnya hingga terwujud kemerdekaan dan keadilan bagi rakyat Palestina.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *