Pembebasan Baitul Maqdis

by

Penulis: Dr. Nur Hamidah, Lc, MAg

Baitul Maqdis merupakan:

1. Bumi Nabi Ibrahim & Nabi Luth
Qs 21 : 71 “Dan kami selamatkan dia (Ibrahim) dan Luth ke sebuah negeri yang telah kami berkahi untuk seluruh alam.”

2. Bumi Nabi Sulaiman
Qs 21 : 81 “Dan (Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang Kami beri berkah padanya. Dan Kami Maha Mengetahui atas segala sesuatu.”

3. Bumi Nabi Musa
Qs 7 : 137 “Kami wariskan kepada kaum yang selalu tertindas itu, bumi bagian timur dan bagian baratnya yang telah Kami berkahi. (Dengan demikian,) telah sempurnalah firman Tuhanmu yang baik itu (sebagai janji) untuk Bani Israil disebabkan kesabaran mereka. Kami hancurkan apa pun yang telah dibuat Fir‘aun dan kaumnya serta apa pun yang telah mereka bangun.”

4. Tempat Nabi Isa dan ibunya
Qs 19 : 16 19 “Ceritakanlah (Nabi Muhammad) kisah Maryam di dalam Kitab (Al-Qur’an), (yaitu) ketika dia mengasingkan diri dari keluarganya ke suatu tempat di sebelah timur (Baitulmaqdis).”

Tanah Haram dan Baitul Maqdis milik Islam

Hal ini diisyaratkan Allah dalam QS 17 : 1 17 “Mahasuci (Allah) yang telah memperjalankan hamba-Nya (Nabi Muhammad) pada malam hari dari Masjidilharam ke Masjidilaqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia Maha Mendengar lagi Maha Melihat.”

Prosesi Isra

Isra dari Masjidil Haram (Mekah) dan berakhir di Masjidil Aqso (Palestina), sebelum Rasulullah menginjakkan kakinya di Al Aqsa (Baitul Maqdis) beliau diajak mampir untuk tapak tilas terlebih dahulu di 3 tempat, dimana 2 di antaranya adalah tempat suci umat Islam zaman Nabi sebelumnya yaitu Musa AS dan Isa AS, yaitu: Thaibah (Madinah), Tursina (Bukit Sinai) dan Baitul Lahm (Bethlehem) bahkan untuk menjaga kesucian tempat tersebut Rasulullah SAW diperintahkan Jibril AS untuk menunaikan solat (seperti solat Nabi leluhurnya, Ibrahim AS).

Prosesi Mi’raj

1. Singgah di 7 Langit
Sebelum sampai menghadap Allah swt, Rosulullah SAW diajak Jibril AS untuk mampir ke 9 tempat terlebih dahulu, yaitu:
langit 1 bertemu dengan Adam AS,
langit 2 bertemu dengan Isa dan Yahya AS,
langit 3 bertemu dengan Yusuf AS,
langit 4 bertemu dengan Idris AS,
langit 5 bertemu dengan Harun AS,
langit 6 bertemu dengan Musa AS dan
langit 7 bertemu dengan Ibrahim AS

2. Singgah di Sidratul Muntaha
Rasul diajak ke Sidratul Muntaha. Di sana beliau diperlihatkan 4 sungai dimana 2 sungai di surga dan 2 sungai berikutnya di dunia. Itulah sungai Nil dan Efrat (daerah yang menjadi ring dekat Al Aqsa dan menjadi saksi pertempuran antara kebenaran dan kebatilan sampai kiamat). Daerah ini juga diklaim menjadi milik Yahudi untuk mendirikan negara
Israel Raya.

3. Singgah di Baitul makmur
Baitul Makmur (tempat Al-quran di turunkan pertama kali sekalius satu mushaf lengkap, sebelum di turunkan secara bertahap ke Rasulullah selama 23 tahun). Di Baitul makmur Rosulullah di berikan 3 gelas air berupa susu, madu dan bir. Rosulullah saw memilih susu maka jibril mengomentari pilihan tersebut dengan pernyataan bahwa Rosulullah memilih untuk dirinya dan umatnya selalu berada dalam fitrah.

4. Menjadi tamu di ‘arsy Allah SWT
Akhir perjalanan mi’raj dengan dialog Rasulullah langsung di ‘Arsy Allah SWT serta menerima perintah yang akhirnya ditetapkan 5 waktu solat. Kisah ini tercatat dalam hadits Bukhari dan Muslim.

Pesan Rasulullah untuk Menjaga Baitul Maqdis

1. Keutamaan umroh dari Baitul Maqdis
Dari Ummu Salamah istri Rasulullah SAW, ia berkata: Rasulullah SAW bersabda: “Barangsiapa yang undangan dari Baitul Maqdis, maka akan dihapus baginya dosa-dosa yang telah lalu. Ummu Hukaim berkata: maka aku keluar dari Baitul Maqdis untuk berumroh.” (HR Ibnu Majah).

2. Baitullah kedua setelah Masjidil Haram
Dari Abu Dzar dia berkata: “Saya berkata, ‘wahai Rasulullah, masjid apa yang didirikan di bumi pertama kali?’ Beliau menjawab, ‘Masjid al Haram.’ Saya bertanya lagi, ‘kemudian apalagi?’ Beliau menjawab, ‘Masjid al Aqsa.’ Saya bertanya, ‘berapa jarak waktu pembangunan antara keduanya?’ Beliau menjawab, ’40 tahun.'”

3. Menjadi destinasi dan direkomendasikan secara khusus untuk dikunjungi
“Tidak dikerahkan untuk melakukan suatu perjalanan kecuali Menuju tiga masjid, yaitu Masjid al Haram (di Makkah), masjidku (Masjid Nabawi di Madinah), dan masjid al Aqsa (di Palestina).” (Hadits).

4. Pahala solat di dalamnya, berkunjung, dan melihatnya
“Solat di Masjid al Haram lebih utama 100.000 kali lipat daripada solat di masjid masjid yang lain. Solat di masjid Nabawi lebih utama 1000 kali lipat. Dan solat di masjid al Aqsa lebih utama 500 kali lipat.” (Hadits)

“Satu salat di masjidku lebih utama dari empat solat di Masjid al Aqsa, Dan masjid al Aqsa adalah tempat solat yang baik. Dan hampir tiba suatu masa di mana seseorang Memiliki tanah ukuran tali kekang kudanya, dari tempat itu terlihat Baitul Maqdis. Hal itu lebih baik baginya dari dunia seluruhnya atau beliau mengatakan lebih baik dari dunia dan segala yang ada di dalamnya.” (Hadits)

Ketika nabi Sulaiman merampungkan pembangunan Baitul Maqdis, beliau memohon kepada Allah tiga permintaan: (1) Memberikan putusan hukum yang sesuai dengan hukum Allah, (2) Diberikan kerajaan yang tidak patut dimiliki oleh seseorang pun setelah dirinya, (3) Dan agar tak seorang pun yang datang ke Masjid al Aqsa dengan keinginan menunaikan ibadah di dalamnya, kecuali dihapuskan segala dosanya, (sehingga ia suci) seperti saat hari kelahirannya. Nabi sallallahu alaihi wasallam melanjutkan, “permintaan Yang pertama dan kedua telah diberikan. Dan aku berharap permintaan ketiga pun Allah kabulkan.” (Hadits)

5. Tanah perjuangan dan kelompok yang menang dalam kebenaran
Dari Abu Umamah berkata, Rasulullah SAW bersabda, “akan ada sekelompok umatku yang senantiasa berada di atas kebenaran, menang dan mengalahkan musuh mereka, orang yang menentang mereka tidak membahayakan mereka kecuali cobaan yang menimpa mereka hingga urusan Allah tiba dan mereka seperti itu.” Mereka bertanya, “wahai Rasulullah, di manakah mereka?” Rasulullah SAW menjawab, “di Baitul Maqdis dan di sisi-sisi Baitul Maqdis.” (Hadits)

6. Pahala solat di dalamnya, mengunjunginya, dan melihatnya.
Dari Maimunah, istri Rasulullah SAW, ia berkata, “wahai Rasulullah berilah kami fatwa tentang Baitul Maqdis.” Nabi berkata, “datangilah dan solatlah di sana. Sesungguhnya solat di sana seperti seribu solat di masjid lain.” My Muna berkata, wahai Rasulullah bagaimana dengan orang yang mampu ke sana?” Beliau berkata, hendaklah memberikan minyak untuk penerangannya. Barangsiapa yang memberi sesuatu ke sana seperti solat di dalamnya.” (Hadits)

7. Tanah tempat dikumpulkan dan dibangkitkan
Dari Abu Abu Dzar RA bahwa Rasulullah SAW bersabda, “Syam adalah tanah tempat dikumpulkan dan dibangkitkan.” (Hadis)

8. Rasulullah SAW mendoakan keberkahannya
Dari Ibnu Umar RA berkata, Rasulullah SAW pernah memanjatkan doa, “Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.” Para sahabat berkata, “ya Rasulullah, dan juga dalam Nejed kami!” Rasulullah SAW berdoa, “Ya Allah, berilah kami barakah dalam Syam kami, ya Allah, berilah kami barakah dalam Yaman kami.” Para sahabat berkata, “ya Rasulullah, dan juga dalam Nejed kami!” Dan seingatku, pada kali ketiga, beliau bersabda, “Disanalah muncul keguncangan dan fitnah, dan disanalah tanduk setan muncul.” (Hadits)

Pembuka jalan Pembebasan dengan Perang Mu’tah dan Tabuk

Pertempuran Mut’ah terjadi pada tahun 629M atau Jumadil Awal 8H, dekat kampung yang bernama yang bernama Mu’tah. Kampung ini terletak di sebelah timur Sungai Yordan dan Al Karak. Perang terjadi antara pasukan muslim yang dikirim oleh Nabi Muhammad SAW dan tentara kekaisaran Romawi Timur (Bizantium).

Sedangkan pertempuran Tabuk adalah ekspedisi yang dilakukan oleh umat Islam pimpinan Muhammad pada tahun 630 M atau 9H Ke wilayah Tabuk yang sekarang terletak di wilayah Arab Saudi barat laut.

Pasukan muslim berada di Tabuk selama 10 hari. Ekspedisi ini dimanfaatkan oleh Rasulullah untuk mengunjungi kabilah-kabilah yang ada di sekitar Tabuk. Hasilnya, Banyak kabilah Arab yang sejak itu tidak lagi mematuhi kekaisaran Bizantium, dan memihak kepada Rasulullah dan umat Islam. Rasulullah juga berhasil mengumpulkan pajak dari kabilah kabilah tersebut.

Pembebasan Baitul Maqdis dilakukan oleh Umar bin Khattab RA pada tahun 15H – 16H /atau 636M.

Penaklukan Persia di Perang Qadisiyah 636H

Khalifah Umar bin Khattab mengirimkan pasukan muslim dalam jumlah besar ke Iraq (pada saat itu masih bagian dari Persia) di bawah pimpinan Sa’ad bin Abi Waqqash RA. Penaklukan Romawi dilakukan ketika terjadi Perang Yarmuk pada tahun 635-636M.

Penyerahan Kunci Baitul Maqdis & Perjanjian Stabilitas

Umar bin Khattab RA (23H) yang membebaskan mayoritas wilayah Syam di masa pemerintahannya, menerima kunci Baitul Maqdis dengan tangannya, Memenuhi keinginan warganya yang memandang Umar sebagai simbol keadilan dan kebijakan.

Amru bin Ash RA (43H) adalah pembebas Palestina dan pahlawan Ajnadin. Ia mengepung Romawi di Baitul Maqdis hingga akhirnya mereka menyerah. Ia ikut dalam pembebasan Baitul Maqdis bersama Umar RA dan menjadi salah satu saksi dalam
peristiwa penandatanganan perdamaian.

Selain itu, ada pula Khalid bin Walid RA (21H) yang aksi perangnya terekam di Palestian,
Syria, Yordania. Ia ikut dalam pembebasan Baitul Maqdis bersama Umar, juga dalam penandatanganan perdamaian.

Selanjutnya, ada pula Muawiyah bin Abu Sufyan (60H) yang ikut serta dalam bebrapa aksi pembebasan Palestina sebagai panglima pembantu (pembebasan Qaisariah
dan Asqolan). Ia masuk Al-Quds bersama Umar, menyaksikan penandatanganan perdamaian yang dilakukan Amirul Mukminin dengan warga Al-Quds.

Kemudian ada Abdurrahman bin Auf (32H), orang kepercayaan Umar RA dan pendampingnya dalam pembebasan Baitul Maqdis. Ia ikut dalam penandatanganan perdamaian.

Saat ini kta berada di babak penyisihan dengan ciri-ciri:

1. HR. Muslim 4827

  • Waktu cepat berlalu
  • Ilmu agama dicabut
  • Bencana
  • Kikir merajalela
  • Pembunuhan

2. HR. Bukhari 6537, 4830

  • Amal sholih berkurang
  • Perzinahan
  • Mabuk
  • Mayoritas Wanita
  • Mimpi tidak dusta

3. HR. Ahmad 3482: Salam hanya
yang dikenal

4. HR Nasai 682, Ibnu Majah 3942, 4032, dan Abu Daud

  • Masjid megah
  • Saling dorong mencari imam sholat, Abu Daud 493

5. HR. Tarmidzi 3864, 2137

  • Monopoli rampasan perang
  • Amanah jadi ghanimah
  • Zakat jadi denda
  • Suami takut istri & durhaka pada ortunya
  • Khamer & biduan
  • Melaknat para pendahulu

Bumi Syam medan pertempuran Iman

  • Yahudi Israel
  • Dajjalun 30 orang & Dajjal
  • Ya’juj & Ma’juj
    Ujian akhir zaman sebagai pertarungan final,
    maka disaat seperti ini kita harus lebih kuat ,
    mempersiapkan segalanya agar lulus ujian yang hakekatnya baru babak penyisihan.

Menuju Babak Final

1. HR. Ibnu majah

  • Dikuasai Baitul Maqdis
  • Penyakit mematikan
  • Dajjal
  • Harta melimpah
  • Bangsa Arab dibantai

2. HR. Muslim

  • Pra Dajjal selama 3 tahun
  • Dajjal selama 40 hari
  • Turun Nabi Isa
  • Pengikut Dajjal 70 ribu Yahudi

Peran dan Bekal Menuju Babak Final

  • Budayakan surat Al Kahfi
  • Doa seperti istri Imran
  • Mengenal makar Yahudi Zionis
  • Akrab dengan problematika Palestina
  • Generasi tahan lapar dan tangguh melawan seleksi alam
  • Siap menjadi pasukan Imam Mahdi, tidak mengandalkan bangsa Arab

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *