Kelaparan di Gaza

by

Di Gaza, mereka tidak mati hanya karena bom. Kelaparan telah menjadi senjatanya sendiri; lambat, disengaja, dan sama mematikannya.

Malak Ridwan, Qudsnen. berkata, “bayangan kelaparan telah kembali ke Gaza, merayap di jalan-jalan yang hancur —mencuri napas anak-anak, kekuatan para ibu, dan martabat para ayah. Ini adalah kematian yang lambat dan kejam-bukan datang dengan dentuman bom, tapi lewat perut kosong yang terus melilit, lewat tatapan kosong mereka yang sudah lupa rasa roti. Gaza kelaparan di depan mata, sementara para penguasa sibuk menghitung angka penderitaan. Tapi kelaparan bukan soal angka. la adalah seorang ayah yang membagi roti terakhirnya sambil pura-pura tak lapar. la adalah seorang ibu yang merebus air dengan sejumput garam, lalu menyebutnya sup.”

Seruan Global:

  • Buka blokade
  • Akhiri taktik kelaparan
  • Selidiki kejahatan perang

“Tidak seorang pun seharusnya
mempertaruhkan nyawa mereka
untuk mendapatkan bantuan kemanusiaan dasar.”

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *