Megenang Pembakaran Masjid Al-Aqsa 21 Agustus 1969

by

Peristiwa tersebut menjadi pengingat bahwa agresi terhadap Al-Aqsa tidak pernah berakhir.

Hingga hari ini, masjid tersebut tetap menjadi simbol pelanggaran hak-hak paling dasar warga Palestina yang terus berlanjut, termasuk hak mereka untuk beribadah dengan bebas.

Kronologis:
Alarm berbunyi pada Kamis pagi, para penjaga Palestina di kompleks Aqsa melihat asap mengepul.

Umat Muslim dan Kristen sama-sama bergegas memadamkan api, tetapi pasukan pendudukan Israel mencegah mereka masuk. Setelah bentrokan singkat namun sengit, mereka berhasil masuk.

Ketika truk pemadam kebakaran dari kota-kota di Tepi Barat tiba, pasukan pendudukan Israel juga mencegah mereka mencapai lokasi kejadian.

Mereka segera bersatu untuk membentuk rantai manusia dan menggunakan ember dan wadah kecil lainnya untuk membawa air hingga padam.

Api telah menyapu beberapa bagian tertua masjid, terutama menghancurkan mimbar kayu dan gading berusia 900 tahun yang disumbangkan oleh Salahuddin Al-Ayubi, banyak area lain di dalam masjid yang dibiarkan menghitam dan terbakar.

Israel mengklaim bahwa kebakaran tersebut disebabkan oleh korsleting listrik, dan setelah para insinyur Arab membuktikan bahwa itu adalah tindakan yang disengaja, Israel menyatakan bahwa seorang pemuda Australia bernama Dennis Michael Rohan bertanggung jawab atas kebakaran tersebut dan akan membawanya ke pengadilan. Tak lama kemudian pemuda ini diklaim gila dan kemudian dibebaskan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *