Palestina Terkini

by

Disampaikan oleh Mohammed Abu Yahya,
Warga Gaza

  1. Kenapa Thufanul Aqsa?

Seperti yang kita ketahui, sebelum peristiwa Thufanul Aqsa tanggal 7 Oktober 2023, Palestina selalu diserang. Masjid Al Aqsa dinista dan Gaza digempur. Bahkan selama 17 tahun terakhir Jalur Gaza diblokade total. Selama 17 tahun ini Gaza mengalami serangan yang menyebabkan lebih dari ribuan orang syahid dan ribuan lainnya ditawan di Gaza dan Tepi Barat. Tepi Barat juga mengalami hal yang sama. Wilayah ini dikotak-kotakkan. Ada tembok rasis yang membagi-bagi Tepi Barat sehingga tidak bisa bersatu.

Sementara itu, lembaga-lembaga internasional gagal menyidangkan pelanggaran yang dilakukan zionis Israel seperti pada golden stone tahun 2009-2010 di mana lembaga-lembaga internasional tidak bisa memberi hukuman kepada zionis. Alasan-alasan inilah yang menjadi latar belakang terjadinya Thufanul Aqsa.

Dalam perang ini zionis membalas dengan melakukan genosida. Sejak Oktober 2023 hingga diberlakuakn gencatan senjata bulan Oktober 2025 tercatat data sebagai berikut:

  • 90% wilayah Gaza yang luasnya 365km2 telah hancur total
  • 200 ribu ton peledak diturunkan
  • 76.700 orang syahid, 55% di antaranya perempuan dan anak
  • 23.500 permpuan syahid
  • 1.000 balita usia di bawah setahun telah syahid
  • 950 balita yang masih menyusui syahid.
  • 39 pembantaian total
  • 12.000 wanita hamil mengalami keguguran
  • 170.000 orang luka
  • 14.000 orang diamputasi
  • 1.200 kehilangan penglihatan
  • 120.000 wanita menjadi janda
  • 150 (95%) klinik kesehatan hancur
  • 193 guru besar syahid

Sehancur itu kondisi Gaza, namun tak ada satu pun yang mengangkat bendera putih atau menyerah. Beginilah besarnya tekad orang Palestina untuk membebaskan Masjid Al Aqsa.

Saat ini walaupun perang sudah selesai, penjajah terus saja melanggar gencatan senjata. 556 syahid sejak diberlakukan gencatan senjata. Penjajah tidak menghormati semua kesepakatan.

  1. Kondisi Masyarakat Gaza

1 tenda pengungsian berisi 10 hingga 13 orang. Di musim dingin kadang-kadang tenda beterbangan. Di sisi lain, penjajah sempat menolak membuka perbatasan Rafah dengan alasan jasad terakhir sandera belum dikembalikan. Setelah perbatasan dibuka beberapa hari ini, setiap hari hanya 9 orang saja yang boleh keluar masuk. Ini tidak sesuai kesepakatan. Terlebih yang mau masuk Gaza prosesnya sangat dipersulit. Kondisi menjadi makin tidak stabil terlebih ketika dimulainya pembahasan perlucutan senjata.

Penduduk Gaza masih merasa tidak aman. Namun keluarga-keluarga di sana masih tabah, kokoh dan sabar, hanya mengharapkan ridha Allah swt.

  1. Kondisi Kota Al Quds

Kota Al Quds juga mengalami hal yang sama. Setiap hari 241 kali orang Yahudi masuk dan melakukan penistaan terhadap Al Aqsa. Saat ini mereka sedang bersiap untuk menyerang orang yang beribadah di bulan Ramadhan. Mereka menangkap para murabit (penjaga Masjid) serta menutup jalanan hingga warga Palestina tidak bisa masuk Masjid Al Aqsa.

Di dalam Masjidil Aqsa banyak sekali majelis-majelis ilmu di mana jamaah belajar tahfiz, ilmu, dll. Zionis ingin menguasai masjid agar kosong dari kegiatan tersebut. Bukan hanya 1-2 jam saja mereka menistakan, tetapi 24 jam mereka masuk agar majelis-majelis ini bubar.

Selama perang serangan bertambah. Namun tidak mematahkan semangat murabitin dan jamaah untuk mengisi kegiatan di Masjid Al Aqsa. Apa peran kita? Mendukung mereka melalui media, tulisan, menyemarakkan kegiatan-kegiatana jamaah Masjid Al Aqsa.

  1. Peran Media

Media sangat berpengaruh. Ketika media berkurang (memberitakan Palestina), pengaruh juga berkurang. Tugas kita menghidupkan kembali. Faktanya, kondisi Jalur Gaza masih sama seperti ketika berperang. Rakyat Gaza masih sangat butuh bantuan. Prioritas pertama adalah bantuan pendidikan yang terus menerus. Kedua, bantuan kesehatan melalui pembangunan Rumah Sakit dan layanan medis. Selanjutnya membantu para janda dan yatim yang mencapai angka 56.000.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *