Oleh: Nurjanah Hulwani, SAg, ME
Ketua KPIPA
Untuk membuktikan kecintaan pada Palestina, kita tidak harus berbondong-bondong membuat organisasi kepalestiaan. Karena sesungguhnya pintu gerbang untuk memperjuangkan Palestina adalah dekat dengan Allah.
Maka, kesuksesan kita menghidupkan kegiatan dakwah di ormas merupakan bagian dari perjuangan membebaskan palestina.
Perjuangan jangka panjang KPIPA adalah bagaimana me-Palestinakan setiap muslim Indonesia. Hal pertama yang dilakukan adalah me-Palestinakan jaringan ormas yang ada di KPIPA.
Pertanyaan paling sederhana untuk menguji sejauh apa kedekatan kita pada Palestina adalah “tahukah kita mana yang disebut Masjid Al Aqsha?”
Jawabannya bukanlah masjid dengan kubah kuning seperti yang dianggap kebanyakan orang. Tetapi Masjid Al Aqsha meliputi area seluas 14,4 hektar yang meliputi berbagai masjid di dalamnya, termasuk masjid kubah kuning.
Saat ini cobaan para penjaga Masjid Al Aqsha (murabitin dan murabitah) sangat berat. Mereka dipenjara, dipukuli, mata mereka disemprot air cabe, bahkan ditelanjangi di dalam penjara.
Karena keberadaan mereka, kewajiban menjaga Masjid Al-Aqsha masih berupa fardhu kifayah. Namun jika sudah tidak ada yang menjaga masjid ketiga yang diagungkan Islam ini, maka kewajiban umat Islam seluruh dunia akan menjadi fardhu ‘ain.
Masyarakat non-muslim saja banyak yang ikut turun membantu perjuangan Palestina karena panggilan kemanusiaan. Setiap hari masyarakat di berbagai negara melakukan aksi demonstrasi besar-besaran. Ada yang ditangkap, disiksa, dll. Namun aksi mereka tak berhenti.
Seorang tentara Angkatan Udara Amerika Serikat, Aaron Bushnell (25 th), meminta tentara Amerika menghentikan bantuan ke Israel dan menghentikan genosida. Namun seruannya tidak digubris. Bushell akhirnya membakar diri di depan kedubes Israel di AS sambil berseru “Bebaskan Palestina!” Diberitakan, ia juga menitipkan pesan harta yang tersisa agar diberikan untuk membantu anak dan perempuan di Gaza.
Seharusnya umat Islam merasa berdosa jika meninggalkan perjuangan membebaskan Masjid Al-Aqsha seperti mereka merasa berdosa jika meninggalkan shalat. Kita bertugas memahamkan ini kepada yang belum paham sehingga tertanam prinsip “setiap kita adalah Palestina”.
KPIPA punya cita-cita jangka panjang untuk mendirikan pusat edukasi kepalestinaan dan museum kepalestinaan. Saat ini KPIPA sedang fokus menyukseskan program wakaf produktif dengan wakaf orbit Adara. Semoga Allah ketuk para muhsinin untuk berwakaf pembebasan tiga ruko sebagai tempat bisnis wakaf produktif, yang dari bisnis wakaf ini hasil keuntungannya untuk membantu anak dan perempuan Palestina.
(Disampaikan pada halalbihalal KPIPA di Gedung Meet Her, Jakarta, Sabtu 19/4/2025)








