Bani Israil, Dulu Hingga Kini

by

Penulis: Hasanah Ubaidillah Aziz Nur, Lc. M. Phil.

Siapakah Bani Israil?

Bani Israil adalah orang-orang yang mengaku sebagai pengikut nabi Musa AS. Di dalam Al-Qur’an mereka dijuluki sebagai Kaum Musa, Bani Israil, Ahlul Kitab, dan Yahudi.

Agama Yahudi adalah agama orang yang mengaku pengikut Nabi Musa AS. Yahudi merupakan agama samawi karena pengikutnya beriman kepada Taurat yang diturunkan kepada Nabi Musa AS, meski mereka sudah mengubah dan memalsukan sebagian besar isinya.

Pemeluk agama ini disebut sebagai orang yahudi atau Bani Israil. Namun tidak setiap orang Yahudi merupakan keturunan Israil (Nabi Ya’qub). Ada orang Yahudi yang bukan keturunan Israil. Dan tidak setiap keturunan Israil beragama Yahudi. Sebagian ada yang kemudian masuk Kristen atau Islam.

Sejarah Yahudi

Israil adalah nama lain dari Ya’qub bin Ishaq bin Ibrahim. Kepadanyalah nasab Bani Israil disematkan. Ya’qub AS sempat berpindah-pindah di Palestina di beberapa tempat sepeninggal Nabi Ibrahim AS sebagai nomaden.

1. Nabi Ya’qub AS dan anak-anaknya bermigrasi dari pelosok Palestina ke Mesir.

Hal ini diceritakan dalam Al Qur’an surat Al Qasas ayat 4-6

“Sesungguhnya Firʻaun telah berbuat sewenang-wenang di bumi dan menjadikan penduduknya berpecah-belah. Dia menindas segolongan dari mereka (Bani Israil). Dia menyembelih anak laki-laki mereka dan membiarkan hidup anak perempuannya. Sesungguhnya dia (Firʻaun) termasuk orang-orang yang berbuat kerusakan. (4) Kami berkehendak untuk memberi karunia kepada orang-orang yang tertindas di bumi (Mesir) itu, menjadikan mereka para pemimpin, dan menjadikan mereka orang-orang yang mewarisi (bumi). (5) Kami pun (berkehendak untuk) meneguhkan kedudukan mereka (Bani Israil) di bumi dan memperlihatkan kepada Firʻaun, Haman, dan bala tentaranya apa yang selalu mereka takutkan dari mereka (Bani Israil)”. (6).

dan Al A’raf ayat 127

Para pemuka dari kaum Fir‘aun berkata, “Apakah engkau akan membiarkan Musa dan kaumnya sehingga mereka berbuat kerusakan di negeri ini (Mesir) dan dia (Musa) meninggalkanmu dan tuhan-tuhanmu?” (Fir‘aun) menjawab, “Akan kita bunuh anak-anak laki-laki mereka dan kita biarkan hidup anak-anak perempuan mereka. Sesungguhnya kita berkuasa penuh atas mereka.”

2. Bani Israil keluar dari Mesir

Hal ini termaktub dalam Al Qur’an surat Asy Syuara ayat 25-64.

3. Bani Israil setelah keluar dari Palestina

Setelah keluar dari Palestina, Bani Irail mulai menampakkan keingkarannya terhadap risalah Nabi Musa AS. Mereka mulai meminta patung untuk dijadikan sembahan.

Hal ini termaktub dalam QS Al A’raf: 138

Kami menyeberangkan Bani Israil (melintasi) laut itu (dengan selamat). Ketika mereka sampai kepada suatu kaum yang masih tetap menyembah berhala, mereka (Bani Israil) berkata, “Wahai Musa, buatlah untuk kami tuhan (berupa berhala) sebagaimana tuhan-tuhan mereka.” (Musa) menjawab, “Sesungguhnya kamu adalah kaum yang bodoh.” (QS Al A’raf: 138)

– Bani Israil menyembah patung seperti termaktub dalam QS Taha; 90-91 yang artinya:

Sungguh, sebelumnya Harun telah berkata kepada mereka, “Wahai kaumku, sesungguhnya kamu hanya diberi cobaan dengannya (patung anak sapi) dan sesungguhnya Tuhanmu ialah (Allah) Yang Maha Pengasih. Maka, ikutilah aku dan taatilah perintahku.” Mereka menjawab, “Kami tidak akan meninggalkannya (patung anak sapi) (dan) tetap akan menyembahnya sampai Musa kembali kepada kami.” (QS Taha: 90-91)

– Bani Israil membangkang perintah memerangi penguasa zalim (Al Maidah: 23-26)

4. Bani Israil memasuki Palestina

Ahli sejarah membaginya menjadi 3 periode, yaitu periode Hakim, periode Raja, dan periode Perpecahan.

5. Bani Israil dikuasai kekuatan asing

Ada beberapa kerajaan yang menguasai Bani Israil, yaitu Kerajaan Asyiria, Kerajaan Mesir, Kerajaan Babilonia, Kerajaan Persia, Kerajaan Yunani, Kerajaan Romawi, dan Peradaban Islam.

6. Diaspora Bani Israil di berbagai belahan dunia

Sejak tahun 135 hingga 1948, Bani Israil tercerai-berai dan tersebar di seluruh dunia hingga tidak lagi memiliki negara.

7. Bani Israil di Palestina masa kini

Ide menyatukan komunitas Yahudi dimulai dengan seruan Napoleon Bonaparte tahun 1799. Ia meminta dukungan Yahudi Afrika dan Asia agar bergabung ke dalam pasukannya untuk membangun kota Yerussalem.

Pada tahun 1896 terbit buku “Negara Yahudi”. Lalu pada tahun 1897 lahir organisasi Zionis internasional pada Konferensi Basil 1. Di tahun 1917 dilaksanakan perjanjian Balfour. Dan akhirnya pada tahun 1947 PBB membagi wilayah Palestina menjadi 2 wilayah.

Benarkah klaim Bani Israil punya hak terhadap Palestina?

Secara histori, Yahudi bukan manusia pertama yang menghuni Palestina. Melainkan masuk ke Palestina, atau ke sebagian tanah Palestina, kemudian menguasai sebagian wilayah yang sebelumnya sudah dikuasai orang lain.

Sedangkan dari sisi religi, selagi mereka dalam keimanan, mereka berhak atas Palestina. Jika mereka kafir, maka mereka tidak berhak sedikitpun.

Benarkah klaim Yahudi saat ini merupakan keturunan Bani Israil?

Meskipun sering mengklaim diri sebagai pewaris keluarga Ya’qub (Israil), pakar sejarah meragukannya. Sulit untuk membuktikan secara biologis bahwa darah “orang Yahudi saat ini” secara langsung memiliki garis keturunan Israil. 10 suku Israil diusir oleh pasukan Asyiria. Sebagian besar tidak kembali ke tanah air, melainkan berbaur dengan bangsa lain. Sementara orang Israil penduduk negara Yahudzah, yang beberapa kali mendapat pengusiran di zaman Babilonia dan Romawi, terpencar ke berbagai tempat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *