Kedudukan Masjid Al Aqsa dan Palestina bagi Umat Islam

by

Penulis : Nurjanah Hulwani
Ketua KPIPA

Masjid Al-Aqsa dalam Islam memiliki keistimewaan dan keutamaan. Keduanya tergambar di dalam surah Al-Isra ayat satu dan beberapa hadits Rasulullah salallahu alaihi wasallam. Firman Allah subhanahu wa ta’ala dalam surah Al-Isra ayat 1,

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.” (QS.17:1)

Dari surah Al-Isra ayat satu ini terdapat gambaran tentang keutamaan dan kemuliaan dari Masjid Al-Aqsa dan Palestina, di antaranya:

  1. Tempat mi’rajnya Rasulullah salallahu alaihi wasallam

Allah subhanahu wa ta’ala mengutus Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam dari Masjid Al Haram (Makkah) ke Masjid Al Aqsa (Palestina) untuk menjelaskan kepada umat Islam bahwa kedudukan antara Masjid Al Haram dengan Masjid Al Aqsa memiliki kemuliaan dan keutamaan yang sama. Atau dengan kata lain umat Islam diminta untuk menjaga kesucian kedua masjid tersebut dan siapa yang mengabaikan salah satunya maka ia mengabaikan yang lain.

Dalam ayat ini juga Allah memuliakan kedua masjid tersebut dengan memberi nama langsung Masjidil Haram dan Masjidil Aqsa. Bukan hal yang sulit bagi Allah untuk memi’rajkan Nabi Muhammad SAW dari Masjidil Haram langsung ke sidratul muntaha tanpa melalui Baitul Maqdis.

  1. Masjid Al Aqsa adalah kiblat pertama dan Masjid Al Haram adalah kiblat kedua umat Islam.

Keterikatan antara Masjid Al Haram dengan Masjid Al Aqsa yaitu keduanya Allah jadikan kiblat umat Islam. Rasulullah SAW menjelaskan dalam haditsnya,

حَدَّثَنَا عَبْدُ اللَّهِ بْنُ رَجَاءٍ قَالَ حَدَّثَنَا إِسْرَائِيلُ عَنْ أَبِي إِسْحَاقَ عَنْ الْبَرَاءِ بْنِ عَازِبٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمَا قَالَ كَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ صَلَّى نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ سِتَّةَ عَشَرَ أَوْ سَبْعَةَ عَشَرَ شَهْرًا وَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يُحِبُّ أَنْ يُوَجَّهَ إِلَى الْكَعْبَةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ { قَدْ نَرَى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِي السَّمَاءِ } فَتَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ وَقَالَ السُّفَهَاءُ مِنْ النَّاسِ وَهُمْ الْيَهُودُ { مَا وَلَّاهُمْ عَنْ قِبْلَتِهِمْ الَّتِي كَانُوا عَلَيْهَا قُلْ لِلَّهِ الْمَشْرِقُ وَالْمَغْرِبُ يَهْدِي مَنْ يَشَاءُ إِلَى صِرَاطٍ مُسْتَقِيمٍ } فَصَلَّى مَعَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ رَجُلٌ ثُمَّ خَرَجَ بَعْدَ مَا صَلَّى فَمَرَّ عَلَى قَوْمٍ مِنْ الْأَنْصَارِ فِي صَلَاةِ الْعَصْرِ نَحْوَ بَيْتِ الْمَقْدِسِ فَقَالَ هُوَ يَشْهَدُ أَنَّهُ صَلَّى مَعَ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ وَأَنَّهُ تَوَجَّهَ نَحْوَ الْكَعْبَةِ فَتَحَرَّفَ الْقَوْمُ حَتَّى تَوَجَّهُوا نَحْوَ الْكَعْبَةِ

Telah menceritakan kepada kami (‘Abdullah bin Raja’) berkata, telah menceritakan kepada kami (Israil) dari (Abu Ishaq) dari (Al Bara’ bin ‘Azib? radliallahu ‘anhuma) berkata, “Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam salat menghadap Baitul Maqdis selama enam belas atau tujuh belas bulan, dan Rasulullah SAW menginginkan kiblat tersebut dialihkan ke arah Ka’bah. Maka Allah menurunkan ayat: (“Sungguh Kami (sering) melihat mukamu menengadah ke langit) ‘ (QS. Al Baqarah: 144). Maka kemudian Nabi salallahu alaihi wasallam menghadap ke Ka’bah. Lalu berkatalah orang-orang yang kurang akal, yaitu orang-orang Yahudi: ‘(Apakah yang memalingkan mereka (umat Islam) dari kiblatnya (Baitul Maqdis) yang dahulu mereka telah berkiblat kepadanya?” Katakanlah: “Kepunyaan Allah-lah timur dan barat. Dia memberi petunjuk kepada siapa yang dikehendaki-Nya ke jalan yang lurus) ‘ (QS. Al Baqarah: 144). Kemudian ada seseorang yang ikut salat bersama Nabi saw, orang itu kemudian keluar setelah menyelesaikan salatnya. Kemudian orang itu melewati Kaum Anshar yang sedang melaksanakan shalat ‘Ashar dengan menghadap Baitul Maqdis. Lalu orang itu bersaksi bahwa dia telah shalat bersama Rasulullah salallahu alaihi wasallam dengan menghadap Ka’bah. Maka orang-orang itu pun berputar dan menghadap Ka’bah.” (HR.Bukhari)

  1. Masjid Al Aqsa adalah salah satu dari tiga masjid yang harus umat Islam kunjungi.

Diriwayatkan dari Abu Said Al Khudri radiallahu anhu, bahwa Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam bersabda:

( وَلاَ تُشَدُّ الرِّحَالُ إِلاَّ إِلَى ثَلاَثَةِ مَسَاجِدَ مَسْجِدِ الْحَرَامِ وَمَسْجِدِ الأَقْصَى وَمَسْجِدِي (البخاري)

“Janganlah melaksanakan suatu perjalanan, kecuali ke tiga masjid ini: Masjid Al Haram, Masjid Al-Aqsa, dan Masjidku (Masjid Nabawi).” (HR. Bukhari)

4.Al Quds dimuliakan karena adanya Masjid Al Aqsa.

Kemuliaan kota Makkah Mukarramah karena di dalamnya ada Masjid Al Haram, kemuliaan kota Madinah karena di dalamnya ada Masjid Nabawi juga makam Nabi SAW, dan kemuliaan kota Al Quds karena di dalamnya ada Masjid Al Aqsa yang Allah turunkan keberkahan di sekitarnya.

5.Palestina negeri para nabi.

Surat Al Isra ayat satu menggambarkan bahwa Palestina adalah negeri para nabi. Di ayat tersebut Allah memperjalankan Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam dari Makkah menuju Palestina dan memi’rajkan dari Palestina ke langit ketujuh. Selain Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam, ada sembilan Nabi lainnya di Palestina yaitu:

A. Nabi Ibrahim alaihissalam.
Tempat tinggal beliau di Irak lalu hijrah ke Palestina bersama keluarganya dan keponakannya Harun, beliau tinggal dan wafat di Palestina.

B. Nabi Ishak alaihissalam.
Nabi Ishak alaihissalam adalah putra dari Nabi Ibrahim alaihissalam. Ia hidup dan wafat di Palestina.

C.Nabi Daud alaihissalam.
Beliau hidup dan wafat di Palestina.

D. Nabi Sulaiman alaihissalam.
Beliau putra Nabi Daud alaihissalam. Nabi Sulaiman alaihissalam tinggal di Al Quds. Ia mewarisi jabatan raja dari ayahnya. Pada tahun keempat pemerintahannya ia mulai pembangunan Al Quds, dan menghabiskan tujuh tahun di dalamnya, dan menyelesaikannya pada tahun kesebelas pemerintahannya. Kemudian dia membangun rumah kerajaannya di Al Quds selama tiga belas tahun, dan tetap tinggal di Palestina sampai wafat.

E. Nabi Yakub alaihissalam.
Ia putra Nabi Ishak alaihissalam, memiliki putra Nabi Yusuf alaihissalam. Beliau lama di Mesir lalu pindah ke Palestina sampai wafat.

F.Nabi Zakaria alaihissalam.
Ia lahir dan hidup di Palestina. Tentang wafatnya, ada dua pendapat: ada yang mengatakan wafat di Palestina dan pendapat lain wafat di Suriah.

G.Nabi Yahya alaihissalam.
Beliau adalah putra Nabi Zakaria alaihissalam. Hidup di Palestina dan meninggal di Suriah.

H.Nabi Isa alaihissalam.
Beliau adalah putra dari Maryam, lahir dan tinggal di Palestina. Beliau pernah hijrah bersama ibunya ke Mesir lalu kembali dan tinggal di Palestina.

Ayat-ayat yang menjelaskan tentang Palestina adalah negeri para nabi, di antaranya:

a. Dalam kisah Isra Mi’raj Nabi Muhammad salallahu alaihi wasallam.

سُبْحَٰنَ ٱلَّذِىٓ أَسْرَىٰ بِعَبْدِهِۦ لَيْلًا مِّنَ ٱلْمَسْجِدِ ٱلْحَرَامِ إِلَى ٱلْمَسْجِدِ ٱلْأَقْصَا ٱلَّذِى بَٰرَكْنَا حَوْلَهُۥ لِنُرِيَهُۥ مِنْ ءَايَٰتِنَآ ۚ إِنَّهُۥ هُوَ ٱلسَّمِيعُ ٱلْبَصِيرُ

“Maha Suci Allah, yang telah memperjalankan hamba-Nya pada suatu malam dari Al Masjidil Haram ke Al Masjidil Aqsa yang telah Kami berkahi sekelilingnya agar Kami perlihatkan kepadanya sebagian dari tanda-tanda (kebesaran) Kami. Sesungguhnya Dia adalah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui.”(QS. 17:1)

b. Dalam kisah Nabi Ibrahim alaihissalam.

وَنَجَّيْنَٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَٰلَمِينَ

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang Kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.” (QS. 14 :71)

c. Dalam kisah Nabi Musa alaihissalam.

وَأَوْرَثْنَا ٱلْقَوْمَ ٱلَّذِينَ كَانُوا۟ يُسْتَضْعَفُونَ مَشَٰرِقَ ٱلْأَرْضِ وَمَغَٰرِبَهَا ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا

“Dan Kami pusakakan kepada kaum yang telah ditindas itu, negeri-negeri bahagian timur bumi dan bahagian baratnya yang telah Kami beri berkah padanya.”(QS. 7:137)

d. Dalam kisah Nabi Sulaiman alaihissalam.

وَلِسُلَيْمَٰنَ ٱلرِّيحَ عَاصِفَةً تَجْرِى بِأَمْرِهِۦٓ إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا ۚ وَكُنَّا بِكُلِّ شَىْءٍ عَٰلِمِينَ

“Dan (telah Kami tundukkan) untuk Sulaiman angin yang sangat kencang tiupannya yang berhembus dengan perintahnya ke negeri yang kami telah memberkatinya. Dan adalah Kami Maha Mengetahui segala sesuatu.”(QS. 21:81)

e. Dalam kisah Saba.

وَجَعَلْنَا بَيْنَهُمْ وَبَيْنَ ٱلْقُرَى ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا قُرًى ظَٰهِرَةً وَقَدَّرْنَا فِيهَا ٱلسَّيْرَ ۖ سِيرُوا۟ فِيهَا لَيَالِىَ وَأَيَّامًا ءَامِنِينَ

“Dan Kami jadikan antara mereka dan antara negeri-negeri yang Kami limpahkan berkat kepadanya, beberapa negeri yang berdekatan dan Kami tetapkan antara negeri-negeri itu (jarak-jarak) perjalanan. Berjalanlah kamu di kota-kota itu pada malam hari dan siang hari dengan dengan aman.” (QS. Saba ayat 18)

  1. Mendapat lipatan pahala salat di dalam masjidil Aqsa.

Kemuliaan Masjid Al Aqsa bagi yang salat di dalamnya akan mendapatkan lipatan pahala. Ada beberapa dalil hadits tentang lipatan pahala, ada yang menyebut seribu kali lipat, ada yang menyebut dua ratus lima puluh kali lipat dan pendapat yang paling banyak lima ratus kali lipat salat di masjid biasa, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadis berikut

الصلاة في المسجد الحرام بمائة ألف صلاة، والصلاة في مسجدي، بألف صلاة، والصلاة في بيت المقدس بخمسمائة صلاة

Artinya : ”Salat di Masjidil Haram lebih utama seratus ribu kali lipat daripada salat di masjid-masjid lainnya. Salat di Masjid Nabawi lebih utama seribu kali lipat. Dan Salat di Masjidil Aqsa lebih utama lima ratus kali lipat.” (HR. Ahmad dari Abu Darda).

  1. Palestina bumi jihad dan ribat.

Pengertian jihad adalah orang yang berjuang dengan dirinya sendiri dalam ketaatan kepada Allah. Sedangkan pengertian ribat adalah berjaga-jaga menghadapi musuh di medan perang. Palestina Allah jadikan sebagai bumi jihad dan ribat, karena alasan keduanya Allah memuliakan bumi Palestina. Rasulullah salallahu alaihi wasallam menjelaskan dalam haditsnya,

أول هذا الأمر نبوة ورحمة ثم يكون خلافة ورحمة ثم ملكا ورحمة ثم إمارة ورحمة ثم يتكادمون عليها تكادم الحمير فعليكم بالجهاد وإن أفضل جهادكم الرباط وإن أفضل رباطكم عسقلان ” .

“Awal urusan ini adalah kenabian dan rahmat, kemudian berikutnya kekhilafahan dan rahmat, kemudian berikutnya kerajaan dan rahmat, kemudian berikutnya pemerintahan dan rahmat, kemudian mereka saling merebutnya sebagaimana gigitan keledai, maka wajib bagi kalian untuk berjihad, dan sesungguhnya sebaik-baik jihad kalian adalah ribat (terikat dengannya), dan sebaik-baik ribat adalah di ‘Asqalan”. (hadits sahih menurut Al-Bani)

Penjelasan Rasulullah salallahu alaihi wasallam dalam hadis di atas tentang sebaik-baik ribat adalah di ‘Asqalan. Kedudukan hadis ini adalah hadis sahih, seperti yang dikatakan Al-Albani—semoga Allah merahmatinya—dalam Al-Silsilah Al-Sahih.

Kota ‘Asqalan adalah salah satu kota yang ada di Palestina yang berdekatan dengan kota Gaza. ‘Asqalan terletak pada sebelah selatan Palestina, sedangkan Gaza terletak pada barat daya ‘Asqalan. Kota Gaza sampai terjadinya perang salib adalah bagian dari ‘Asqalan sampai dikenal dengan “Gaza ‘Asqalan, meskipun jarak antara ‘Asqalan dan Gaza sekitar 21 km. Kota ‘Asqalan juga pernah dikuasai Zionis Israel dan dijadikan salah satu penjara Israel.

Apa yang dilakukan rakyat Palestina saat ini baik di Gaza, di Al Quds, dan Tepi Barat melawan Zionis Israel adalah bentuk jihad dan ribat di Palestina, begitu juga umat Islam di luar Palestina yang membersamai pejuang Palestina. Jihad dan ribatnya bisa dengan kekuatan harta, kekuatan politik, kekuatan media dan kekuatan doa.

Rasulullah salallahu alaihi wasallam menjelaskan walaupun beratnya perjuangan yang diemban rakyat Palestina, akan selalu ada hamba-hamba Allah yang berjuang baik di dalam atau di luar Palestina, sebagaimana yang dijelaskan dalam hadits Rasulullah salallahu alaihi wasallam:

لا تزال طائفة من أمتي على الحق ظاهرين على من ناوأهم. كالإناء بين الأكلة حتى يأتي أمر الله عز وجل وهم كذلك. قلنا: يارسول الله وأين هم؟قال بأكناف بيت المقدس. والحديث رواه الطبراني في الكبير وصححه الألباني رحمه الله تعالى.

“Senantiasa ada sekelompok orang dari umatku yang berjaya di atas kebenaran mengalahkan orang-orang yang memusuhi mereka sebagaimana pinggan yang dikelilingi oleh orang yang hendak makan, hingga datang keputusan Allah Azza wa Jalla dan mereka (thaifah manshurah tersebut) tetap seperti itu.
Kami bertanya,”Wahai rasulullah, dimanakah mereka itu?” Rasulullah ﷺ menjawab,”Di sisi Baitul Maqdis.” (Hadits riwayat ath-Thabrani di dalam Al-Kabir dan Al-Albani rahimahullah mengatakan hadits ini shahih)

Syekh Dr. Yusuf Juma Salama, seorang khatib Masjid Al Aqsa, menjelaskan tentang keutamaan dan pahala ribat di Palestina, sebagaimana yang dijelaskan dalam beberapa hadis Rasulullah salallahu alaihi wasallam sebagai berikut:

عَنْ سَهْلِ بْنِ سَعْدٍ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ رِبَاطُ يَوْمٍ فِي سَبِيلِ اللَّهِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَمَوْضِعُ سَوْطِ أَحَدِكُمْ فِي الْجَنَّةِ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا وَلَرَوْحَةٌ يَرُوحُهَا الْعَبْدُ فِي سَبِيلِ اللَّهِ أَوْ لَغَدْوَةٌ خَيْرٌ مِنْ الدُّنْيَا وَمَا فِيهَا هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ صَحِيحٌ

Dari [Sahl bin Sa’d] bahwa Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath satu hari di jalan Allah lebih baik dari dunia seisinya. Dan tempat cambuk salah seorang dari kalian di surga lebih baik dari dunia seisinya. Dan keluarnya seorang hamba di jalan Allah pada waktu pagi atau sore hari adalah lebih baik dari dunia dan seisinya.” (HR. Tirmidzi)

Dan juga hadits yang diriwayatkan dari Syurahbil:

عَنْ شُرَحْبِيلَ بْنِ السِّمْطِ عَنْ سَلْمَانَ قَالَ سَمِعْتُ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ رِبَاطُ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ خَيْرٌ مِنْ صِيَامِ شَهْرٍ وَقِيَامِهِ وَإِنْ مَاتَ جَرَى عَلَيْهِ عَمَلُهُ الَّذِي كَانَ يَعْمَلُهُ وَأُجْرِيَ عَلَيْهِ رِزْقُهُ وَأَمِنَ الْفَتَّانَ

“Dari [Syurahbil bin As Simth] dari [Salman] dia berkata, “Saya pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Ribath (berjaga-jaga di perbatasan) sehari semalam lebih baik daripada puasa dan salat malam sebulan penuh, jika dia meninggal maka amalannya senantiasa mengalir sebagaimana yang pernah diamalkan, mengalir pula rezekinya dan terbebas dari fitnah.” (HR.Muslim)

Dan hadits yang disampaikan dari Fadhalah bin Ubaid,

أَنَّهُ سَمِعَ فَضَالَةَ بْنَ عُبَيْدٍ يُحَدِّثُ عَنْ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَنَّهُ قَالَ كُلُّ مَيِّتٍ يُخْتَمُ عَلَى عَمَلِهِ إِلَّا الَّذِي مَاتَ مُرَابِطًا فِي سَبِيلِ اللَّهِ فَإِنَّهُ يُنْمَى لَهُ عَمَلُهُ إِلَى يَوْمِ الْقِيَامَةِ وَيَأْمَنُ مِنْ فِتْنَةِ الْقَبْرِ

“Telah mendengar [Fadhalah bin Ubaid] menceritakan dari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam, beliau bersabda: “Setiap mayit ditutup berdasarkan amalnya kecuali orang yang mati saat berjaga di jalan Allah, maka amalnya akan tetap berkembang hingga hari kiamat, dan ia akan aman dari fitnah Dajjal.”(HR.Tirmidzi)

Itulah keutaman-keutamaan ribat yang akan didapatkan bagi umat Islam yang ada di dalam atau di luar Palestina.

  1. Palestina salah satu negeri Syam yang Allah muliakan.

Palestina adalah salah satu dari empat negara yang ada di bumi Syam yaitu Yordania, Suriah, Lebanon dan Palestina. Dalam surah Al-Anbiya ayat 21”

وَنَجَّيْنَٰهُ وَلُوطًا إِلَى ٱلْأَرْضِ ٱلَّتِى بَٰرَكْنَا فِيهَا لِلْعَٰلَمِينَ

“Dan Kami seIamatkan Ibrahim dan Luth ke sebuah negeri yang kami telah memberkahinya untuk sekalian manusia.”(QS.21:71)

Menurut Imam Al-Qurthubi dalam tafsirnya frasa “ke sebuah negeri yang kami berkahi“ maksudnya adalah kami selamatkan Ibrahim dan Luth ke negeri Syam, yang sebelumnya mereka berdua berada di Irak. Nabi Ibrahim alaihissalam adalah pamannya Nabi Luth. Demikian yang dikatakan oleh Ibnu Abbas.

Diriwayatkan oleh Sahabat mulia, Zaid bin Tsabit radhiyallahu anhu, dia berkata: ’Kami bersama Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam sedang menulis Al-Qur’an dari pelepah kayu, kemudian Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

طُوبَى لِلشَّامِ. فَقُلْنَا : لأَيٍّ ذَلِكَ يَا رَسُولَ اللَّهِ ؟ قَالَ : لأَنَّ مَلَائِكَةَ الرَّحْمَنِ بَاسِطَةٌ أَجْنِحَتَهَا عَلَيْهَا

“Kebaikan pada negeri Syam.’ Kami bertanya, ‘Mengapa wahai Rasulullah?’ Beliau bersabda: ‘Karena Malaikat rahmah (pembawa kebaikan) mengembangkan sayap di atasnya.

Kalimat (باسطة أجنحتها عليها ) maksudnya mengembangkan sayapnya di atas wilayah Syam dan penduduknya dengan menjaganya dari kekafiran. Al-Qari berkata, ‘Al-Manawi berkata yakni menaungi dan menjaga dengan diturunkan barokah, serta mencegah bencana dan kerusakan.’ (Tuhfatul Ahwazi, 10/315)

Gambaran tentang kedudukan Masjid Al Aqsa dan Palestina dalam Al Qur’an dan hadits di atas menjadi dasar untuk kewajiban umat Islam mengembalikan kesucian dan kepemilikan Masjid Al Aqsa sekaligus mengembalikan peta Palestina seutuhnya ke tangan Palestina.

Sumber :
1.https://aliwaa.com.lb/
2.https://ilmuislam.id/
3.https://pabrikjammasjid.com/baitul-maqdis-masjid-al-aqsha/
4.TerjemahTafsir Al-Qurthubi Jilid 11, halm 816
5.https://islamqa.info/id/answers/148210/hadits-kebaikan-pada-negeri-syam-adalah-hadits-shahih

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *