Oleh Mukhlishoh, Wakil Direktur LBQ Al Utsmani, Ketua Komunitas Qur’an Peduli
Palestina
Fungsi Al Qur’an
- Al Qur’an sebagai petunjuk (QS 17:9), memberi petunjuk ke jalan yang paling lurus
- Al Qur’an sebagai Cahaya (QS 7 : 157)
- Al Qur’an sebagai pembeda antara hak dan batil (QS Al Furqan : 4)
- Al Qur’an sebagai pemberi kabar gembira
- Al Qur’an sebagai pemberi peringatan
- Al Qur’an sebagai obat (QS 17: 27)
Keistimewaan Sahabat dalam Berinteraksi dengan Al Qur’an
Abu Bakar Asshiddiq selalu menangis saat membaca Al Qur’an.
Umar bin Khattab masuk Islam lewat surah Taha. Beliau berkata, “Sesungguhnya Allah mengangkat suatu kaum dengan Al Qur’an dan menghinakan yang lain dengan Al Qur’an”.
Utsman bin Affan adalah ahli Al Qur’an dan pemalu. Beliau berkata, “Kalaulah hati ini bersih tentu tidak akan pernah kenyang/bosan dengan Al Qur’an”.
Ali bin Abi Thalib adalah ulama ahlul Qur’an yang memiliki fisik yang kuat. Sahal bin Sa’ad meriwayatkan hal tersebut pada perang Khaibar.
Keistimewaan Sahabat dan Tabi’in
Abdullah bin Mas’ud dijuluki bejana ilmu. Beliau adalah orang pertama yang terang-terangan membaca Al Qur’an di depan kaum Quraisy.
Imam Nafi al Madani, Muqri kota Madinah. Selama 60 tahun beliau tidak pernah absen salat di Masjid Nabawi. Ia memiliki 70 guru dari kalangan tabi’in.
Imam Ibnu Katsir Al Makki. Beliau adalah imam masyarakat Mekkah
Keistimewaan Para Ulama dan Pejuang
Imam Syafii. Beliau lahir di kota Gaza. Di usia 7 tahun Imam Syafii hafal Al Qur’an. Di usia 10 tahun hafal kitab al muwattho.
Imam Malik. Beliau diangkat menjadi mufti di usia 15 tahun. Di bulan Ramadhan beliau khatam Al Qur’an sebanyak 60 kali.
Shalahuddin Al Ayyubi, pembebas Baitul Maqdis pada 2 oktober 1187. Ia memiliki hati yang lembut, mudah menangis saat mendengarkan ayat Al Qur’an. Ia selalu salat berjamaah, puasa Senin Kamis, senang mendengarkan Al Qur’an, dan jarang meninggalkan tahajud.
Membentuk Kepribadian Qur’ani
Sahabat mencontoh Rasulullah dalam menerapkan Al Qur’an pada kehidupan sehari-hari. Bergetar hatinya (QS 8:2) saat mendengar ayat-ayat Al Qur’an. Mereka membaca dan menghafal dengan tartil. Tartil artinya ada kebersamaan lisan, akal, hati, dan anggota badan.
Mereka juga mengamalkan Al Qur’an sekuat tenaga. Ketika turun ayat tentang larangan khamr, para sahabat langsung meninggalkan khamr meskipun minum khamr sudah menjadi kebiasaan yang mendarah daging. Begitu pula ketika turun perintah hijab, para sahabiyah segera melaksanakannya meski dengan mengenakan kain-kain tirai di rumah mereka.
Menghafal Al Qur’an Ala Sahabat
- Ikhlaskan niat lillah
- Fahami rukun menghafal
a. Al muhafazhoh: senantiasa menjaga lafaz-lafaznya
b. Al muahadah: senantiasa berpegang teguh dengan ajarannya
c. Al mudawamah: senantiasa hidup bersamanya.
Ibnul Qoyyim menjelaskan bahwa yang disebut sebagai ahlul Qur’an adalah mereka yang membaca, mengilmui, dan mengamalkannya sekuat tenaga meski tidak menghafal keseluruhannya. Sebaliknya, walau sudah hafal seluruhnya tapi tidak memahami dan mengamalkannya, maka ia tidaklah disebut ahlul Qur’an.
Tips Praktis Menghafal Al Qur’an
- Tentukan 1 maqtha untuk dihafal, misal 3 baris, surah Annaba 1-9
- Baca 3 baris tersebut 10 – 20 kali dengan tajwid
- Baca artinya
- Mulai menghafal ayat 1, tutup mushaf, ulangi 10 kali. Jika lupa buka mushaf, lihat lalu tutup kembali, lalu ulangi sampai lancer
- mulai menghafal ayat ke 2 dengan cara yang sama. Jika sudah hafal, gabungkan ayat 1 dan 2. Begitu seterusnya sampai ayat 9. Lanjutkan maqtho kedua di hari berikutnya.
Setorkan kepada guru hafalan anda yang sudah lancar - Hafalkan maqtho berikutnya hingga selesai 1 halaman
- Gunakan rumus 1-4 dalam melancarkan hafalan. Angka 1 adalah hafalan baru, angka 4 adalah 4 halaman yang sudah dihafal.
Jika sudah mencapai ½ juz, tasmi’kan di hadapan guru. Jika sudah mencapai 1 juz, tasmi’kan 1 juz dihadapan guru. Jika dinyatakan lulus baru masuk juz berikutnya.
Masuk ke lembaga Al Qur’an agar memiliki teman-teman penghafal Al Qur’an. Ikuti sertifikasi dan wisuda hafalan untuk menambah semangat menghafal. Mengajar di rumah untuk tetangga dan anak-anak.
Bersyukurlah
- Bersyukurlah setiap dapat 1 ayat
- Berusaha mengamalkannya sekuat kemampuan
- Jangan terburu buru
- Tambah infak dan sedekah anda sebagai bentuk syukur
- Perbaiki akhlaq sebagai bentuk syukur
- Berhati hati terhadap fitnah dunia bagi penghafal Al Qur’an
- Tetaplah di jalan yang lurus dan diridhoi Allah






