Sekjen GWCQP: 8 Projek untuk Perempuan dan Anak Palestina

by

Jakarta (25/1/2024) – Global Women’s Coalition for Al Quds and Palestine (GWCQP) atau Koalisi Perempuan Global untuk Palestina dan Al Quds akan melaksanakan delapan projek bagi perempuan dan anak Palestina. Projek tersebut dimaksudkan untuk membangun kembali rakyat Palestina yang porak poranda akibat perang melawan Israel.

Hal itu disampaikan oleh Sekjen GWCQP, Rabab Awad, saat melakukan kunjungan di kantor Republika pada Kamis (25/1), didampingi oleh Ketua Bidang Humas Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsa (KPIPA), Sri Vira Candra.

Di antara projek yang akan dilaksanakan ditujukan bagi solo survivors atau penyintas tunggal.

Seperti diketahui, serangan udara dan darat yang dilakukan Israel mengakibatkan banyak sekali rakyat Palestina, terutama anak dan wanita, yang kehilangan orang tua dan anggota keluarganya. Mereka tinggal di tenda-tenda pengungsian bersama ribuan pengungsi lainnya.

“GWCQP ingin membangun kembali rumah mereka di Gaza. Kemudian akan berusaha menciptakan lingkungan yang kondusif, baik fisik maupun mental, agar mereka bisa hidup normal kembali setelah kehilangan segalanya,” ujar Rabab.

Projek lainnya menyangkut pendidikan. Rabab menjelaskan bahwa kampus dan sekolah di Gaza telah dihancurkan oleh tentara Israel. Guru, dosen, dan akademisi banyak yang terbunuh. Hal ini menjadi perhatian serius bagi pihaknya, mengingat pendidikan merupakan hal yang sangat penting bagi setiap manusia.

Terkait dengan aspek perekonomian, GWCQP akan menguatkan produk-produk yang dihasilkan rakyat Palestina. Organisasi perempuan global ini akan mendorong produksi dari rakyat Palestina dan membantu mengenalkannya di pameran internasional.

Menurut Rabab, projek-projek tersebut akan dibahas di Konferensi Global yang akan dilaksanakan pada tanggal 2-3 Maret 2024 di Doha. Konferensi ini akan dihadiri oleh para pemimpin, akademisi, hingga LSM dari berbagai negara.

“Konferensi ini berbentuk praktis. Kami ingin menyuarakan kepentingan perempuan Palestina agar bisa lebih didengar. Kami menyusun projek-projek strategis mengingat Palestina sedang mengalami bencana besar akibat perang melawan Israel. Hingga saat ini rakyat Gaza mengalami penderitaan yang luar biasa,” tutur Rabab.

Koalisi Perempuan Global untuk Palestina dan Al Quds (GWCQP) memiliki perwakilan di 57 negara. Di Indonesia sendiri, perwakilan organisasi diberi nama Koalisi Perempuan Indonesia Peduli Al Aqsa (KPIPA) yang diresmikan pada 17 Agustus 2020.

KPIPA yang diketuai oleh Nurjanah Hulwani beranggotakan 10 ormas perempuan, yaitu PP Wanita PUI, PP Salimah, PP Muslimat Al-Washliyah, PP Wanita PERTI, PP IGRA, PP Muslimat Dewan Dakwah Islamiyah Indonesia, Adara Relief International, PP Wanita Islam, PP Wanita Al-Irsyad, dan PP Muslimat Mathla’ul Anwar.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *