Pidato Sekretaris Jendral Global Women’s Coalition for Al-Quds and Palestine (GWCQP), Rabab Awad, di Istanbul pada Jumat (8/8/2025).
Bismillahirrahmanirrahim
Bapak Ibu, perwakilan lembaga-lembaga yang terhormat,
Assalamualaikum Wr.Wb.
Di awal sambutan, saya ingin menyampaikan, semoga Allah merahmati para syuhada di Gaza. Dari para perempuan, anak-anak, orang tua, dan pemuda. Semoga Allah menjaga hati para ibu, dan anak-anak perempuan. Mencurahkan kesabaran dan keselamatan.
Gaza adalah sebidang tanah kecil yang ada di Palestina. Tanah di mana saya lahir dan dibesarkan. Tanah yang penuh berkah. Tempat saya belajar tentang makna pengorbanan dan keteguhan. Kami belajar di atas tanah Palestina. Kami belajar di atas tanah Gaza bahwa tanah suci adalah bagian dari akidah.
Kami belajar bahwa tanah Palestina adalah tanah kami dan tanah umat Islam. Kami belajar bahwa jiwa, harta dan anak-anak, kami persembahkan sebagai tebusan untuk membebaskan tanah dan tempat suci kita.
Saya mengatakan ini dengan penuh bangga bahwa saya bagian dari tanah ini dan bangga berasal dari sana. Saya merindukan tanah, jalan-jalan dan langitnya.
Gaza saat ini menjerit, berdarah-darah, dari bayi sampai orang tua dibantai, disaksikan dan didengar oleh seluruh dunia.
Bapak ibu sekalian,
Hari ini kita berkumpul untuk perempuan Palestina.
Perkenankan saya untuk menyampaikan salam penghargaan dan penghormatan bagi perempuan Palestina dan perempuan Gaza. Perempuan yang sabar dan teguh, yang banyak berkorban, yang mendidik, yang dibunuh tidak hanya dengan bom, tapi dengan blokade dan kelaparan bersama anak-anaknya.
Dirampas haknya untuk hidup dan kemuliaannya. Perempuan di Gaza saat ini adalah seorang ibu yang kehilangan anak-anaknya. Suami yang mendampingi hidupnya berada di bawah puing reruntuhan. Mereka ibu yang kehilangan anak-anaknya karena kelaparan.
Tidak ada sepotong roti pun untuk memberi mereka makan. Ia juga menjadi sasaran dari keamanan dirinya, anak-anak, makanan, dan hidupnya.
Apakah ada yang mau mendengarkan? Apakah ada yang merespon? Apakah ada jantung yang masih berdenyut menolak kezaliman ini?
Agresi Zionis atas tanah kita sudah melanggar semua undang-undang internasional dan kemanusiaan yang melekat pada setiap manusia. Bantuan kemanusiaan dihadang, tenda dibombardir, dan para perempuan dipaksa memilih antara mati karena dibom atau mati karena kelaparan.
Setiap hari puluhan para syuhada berguguran, baik perempuan maupun anak-anak selama dua tahun penuh. Kita saksikan pembunuhan ini di televisi.
Apakah rasa kemanusiaan kita masih ada ketika menyaksikan semua ini Apakah ada di atas muka bumi tempat kita hidup ini, orang yang bisa menghentikan kegilaan dan tumpahnya darah yang terus berlanjut hingga saat ini? Apakah umat ini tidak mampu memberi makan anak-anak dan ibu-ibu kita yang kelaparan? Padahal kita umat yang berjumlah 2 milyar. Akankah anak-anak kita di Gaza mati kelaparan, padahal kita semua umat Nabi Muhammad SAW?
Betapa memprihatinkan!
Saya ucapkan ini saya sebagai orang Gaza, perempuan Gaza. Dari sini, saya sampaikan : “Kita wajib menghentikan kegilaan ini. Tidak cuma jadi penonton. Apalagi kita adalah perempuan dunia. Sementara perempuan yang anak-anaknya dibunuh, dirampas haknya di Palestina adalah ibu seperti kalian, seorang istri seperti kalian.
Oleh karena itu, mari kita angkat suara kita setinggi-tingginya. Kita katakan: “dari perempuan dunia untuk perempuan Gaza yang punya kepedihan dan denyut yang sama”.
Karenanya, kita luncurkan kampanye “Untukmu” agar menjadi gerakan internasional. Suara kita untuk perempuan Gaza, kita nyatakan: “untukmu wahai perempuan yang sabar dan teguh”.
Untukmu kami berkumpul hari ini. Untukmu kami beraksi. Untukmu kami akan bergerak. Untukmu kami akan demo, memberikan dukungan dan mengedukasi.
Kampanye “Untukmu” diselenggarakan oleh GWCQP beserta sejumlah besar lembaga-lembaga nasional dan internasional. Diikuti oleh 50 negara dari seluruh dunia. Hari ini launching dari tanah Istanbul, Turki, tanah kebaikan dan penuh berkah.
Perempuan, laki-laki, anak-anak, orang-orang merdeka, dan berbagai organisasi, kita semua bekerja memberi dukungannya bagi perempuan Palestina.
Kita hadir untuk menyatakan bahwa perempuan dunia menolak apa yang terjadi pada perempuan dan anak-anak Gaza. Mari kita angkat suara untuk mengungkap kejahatan penjajah atas hak perempuan dan anak Palestina.
Kita sampaikan kepada perempuan Palestina, perempuan Gaza: “Kami menyaksikan, kami mendengar, kami tahu, bahwa kepedihanmu tak tertahankan. Tapi kalian tidak sendirian. Keteguhanmu adalah keteguhan kami. Kepedihanmu adalah kepedihan kami. Rasa sakitmu rasa sakit kami, rasa sakitmu amanah di atas pundak Kami”.
“Kami akan terus menyuarakan suaramu hingga bergema di semua tempat. Hingga tanah Palestina merdeka. Hingga tanah suci umat ini dibebaskan oleh umat Nabi Muhammad SAW”.
Wassalamualaikum Wr. Wb.








