Palestina pada Masa Jatuhnya Daulah Utsmaniyah

by

Oleh Bannasari, S. Ag

A. Melemahnya Daulah Utsmaniyah (1281-1924 M), Sultan Abdul Hamid II Terdesak

Pada masa ini Palestina menjadi sebuah wilayah dari wilayah-wilayah Daulah Utsmaniyah. Stasiun kereta Al-Quds dibuka pertama kali pada 1892 oleh Turki Utsmani. Bentuk aslinya identik dengan Stasiun Kereta Yaffa yang dibangun pada 1891. Hubungan dagang internasional telah terjalin antara Palestina dan dunia internasional pada abad 18 dan 19, yang mengindikasikan kemajuan Palestina saat itu. Palestina telah mengekspor barangnya ke berbagai penjuru.

Jalur kereta api Hejaz menyatukan dunia Islam dimulai pada tahun 1840 namun barudirealisasikan pada tahun 1908. Setahun setelahnya Sultan Abdul Hamid II digulingkan.

Di masa pemerintahan Sultan Abdul Hamid II, Herzl berusaha untuk menemui sultan. Dan di tahun 1901 ia berhasil bertatap muka secara langsung dengan sultan.

Beberapa analisa kelemahan Daulah Utsmaniyah (umat Islam secara umum di masa itu) yang dikeluarkan oleh Mostafa Minawi, sejarawan di Cornell University, dan Michael A. Reynolds, profesor studi Timur Dekat di Princeton University.

  • Kekaisaran Utsmaniyah memiliki potensi untuk berkembang menjadi negara federal multi-etnis dan multi-bahasa modern
  • Perang Dunia I memicu disintegrasi kekaisaran. Kekaisaran Utsmaniyah bergabung dengan pihak yang kalah
  • Sebelum Perang Dunia I, Kekaisaran Utsmaniyah telah mengalami kemunduran dan terlambat mengikuti modernisasi. Kekaisaran yang masih sangat bergantung pada pertanian ketika revolusi industri melanda Eropa pada 1700-an hingga 1800-an.
  • Kekaisaran juga tidak memiliki industri dan pabrik untuk bersaing dengan Inggris Raya, Prancis dan bahkan Rusia
  • Penduduknya yang berpendidikan rendah juga memperburuk keadaan. Terlepas dari upaya untuk meningkatkan pendidikan di tahun 1800-an, Kekaisaran Utsmaniyah tertinggal jauh di belakang para pesaingnya di Eropa dalam hal literasi.
  • Pada tahun 1914, diperkirakan hanya antara 5 dan 10 persen penduduknya yang dapat membaca. Sumber daya manusia Kekaisaran Utsmaniyah, seperti sumber daya alam, relatif belum berkembang
  • Kekaisaran kekurangan perwira militer yang terlatih, insinyur, juru tulis, dokter, dan profesi lainnya. Akibatnya, pertumbuhan ekonomi kekaisaran lemah, dan surplus pertanian yang dihasilkannya digunakan untuk membayar pinjaman kepada kreditur Eropa.

Pada 27 April 1909 Sultan Abdul Hamid II, khalifah terakhir Daulah Turki Usmaniyah dan umat Islam, digulingkan kemudian diasingkan ke Salonika.

Pada perang dunia I Daulah Usmaniyah bergabung dengan pihak yang kalah.

B. Zionisme dan Ide Negara Yahudi 1896

Perjanjian Sykes-Picot

Pada tahun 1916 dilaksanakan perjanjian Sykes-Picot. Perjanjian ini disebut juga Asia Minor Agreement yang merupakan kesepakatan rahasia antara Inggris dan Prancis. Negoisasi dimulai pada bulan November 1915 hingga terjadi kesepakatan pada tahun 1916 antara Sir Mark Sykes (Inggris) dan Francois Georges-Picot (Perancis). Isinya: rencana mengeluarkan Palestina dari wilayah Ottoman.

Deklarasi Balfour

Deklarasi Balfour (2 November 1917) adalah janji pemukiman untuk Bangsa Yahudi di kawasan yang diberi nama Palestina. Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, menjanjikan kepada Lord Walter Rothschild, seorang taipan Yahudi di Eropa. Terks deklarasi tersebut diterbitkan di media sepekan kemudia. Deklarasi ini terdiri dari 119 kata, disusun oleh 25 pakar Yahudi Zionis dari berbagai negara. Chaim Weissman -Yahudi terkemuka, salah satu inisiator fanatik Zionisme- sampai turun tangan dengan 17 kali menyeberangi Samudera Atlantik.

Dampak Deklarasi Balfour

1. Dua akibat tak langsung, yaitu:

  • Pendirian negara Yahudi
  • Keadaan kronis dari konflik antara Arab dan Yahudi di seluruh Timur Tengah.

2. Dosa asal; kegagalan Inggris di Palestina menjadi sebab meluasnya tragedi di Palestina. Dampak signifikan pada anti-Zionisme tradisional dari Yahudi taat, sebagian memandangnya sebagai providensi ilahi. Ini berkontribusi pada pertumbuhan Zionisme Religius pada gerakan Zionis secara besar.

3. 1939 Inggris sadar namun terlambat. Inggris pun lantas mengakhiri pemberlakuan mandat dan menyerahkan perkara Palestina ke PBB.

C. Palestine Zone Brune

Pada tanggal 27 Januari 1919 dilangsungkan Konferensi Arab 1 yang berisi:

  1. Menolak Sykes-Picot Agreement
  2. Palestina bagian dari negeri Syam bukan terpisah
  3. Suriah sebagai negara independen di bawah kesatuan Arab
  4. Membentuk pemerintahan nasional Palestina

Pada tanggal 6 Februari 1919 diadakan konferensi Paris. Pada waktu itu Arab lepas tangan dari Palestina. Raja Faisal bin Syarif Husain menyetujui Arab tidak lagi menuntut Palestina dengan imbalan kekuasaan di tanah Arab, Palestina di bawah penguasaan Internasional.

Perlawanan bangsa Palestina dan umat Islam

1. Revolusi Musim Nabi Musa (1920)

Pada tahun 1920 terjadi Revolusi Musim Nabi Musa (1920) yang mengakibatkan 50 Yahudi tewas dan 112 terluka. Inggris membalas hingga mengakibatkan 4 orang Arab terbunuh dan 24 luka. Para pemimpin aksi ditahan selama 15 tahun.

Pada masa ini pula Herbert Samuel mengeluarkan izin penjualan tanah Palestina untuk Yahudi. Ia menerbitkan perangko Palestina bertuliskan ibrani, Arab Inggris. Diterbitkan pula izin migrasi Yahudi ke Palestina sebanyak 16500 migran per tahun.

Amin Husaini ditunjuk sebagai Mufti Al Quds

2. Revolusi Yafa (1921)

Pada tanggal 1 Mei 1921 terjadi revolusi besar-besaran di Kota Yafa. Kaum Muslimin menyerang sehingga 47 Yahudi terbunuh dan 146 luka. Inggris kemudian menumpas aksi revolusi, mengakibatkan 48 warga Palestina tewas dan 73 luka.

Palestina mengirim utusan bertemu dengan Churchil menteri Otonomi Inggris untuk membatalkan Perjanjian Balfour. Namun, upaya ini tidak membuahkan hasil

Mandat Inggris mengukuhkan perjanjian Balfour (1922)

Pada masa ini Amin Husaini mendirikan Majelis Konstitusi Tinggi Islam. Sementara itu, Inggris mengeluarkan BUKU PUTIH atas persetujuan Zionis berisi UU Palestina dan Kebijakan Politik Umum. Inggris berusaha memperbaiki citra dengan mendirikan Majelis Konstitusi Palestina yang beranggotakan 23 orang. 10 anggotanya adalah orang Palestina (Arab), padahal penduduk Palestina 78%. Pihak Inggris menyatakan Palestina tidak berhak menentang migrasi Yahudi dan tidak memiliki kelayakan kerja teruatama di bidang keuangan.

Periode Mandat Inggris merupakan awal dan akar kegagalan Palestina Menjadi Negara Merdeka yang menyebabkan konflik berkepanjangan hingga hari ini. (Hanafi Wibowo, Mandat Liga Bangsa-Bangsa : Kegagalan Palestina Menjadi Negara Merdeka (1920-1948)).

3. Kemunculan Izzuddin Al Qassam hingga Revolusi 1935

Seorang Syekh Suriah, Izzuddin Al Qassam, menyerukan jihad dan perang melawan Imperialism Inggris serta migrasi Yahudi ke tanah Palestina. Dilaksanakan dua bentuk perlawanan, yaitu

  1. Gerakan Jihady; gerakan jihad Islam: Menang atau Mati Syahid
  2. Upaya Perundingan; Konferensi Arab-Palestina Ke-7: menuntut inggris tidak campur tangan, namun tidak digubris

4. Revolusi Buraq, 9 Agustus 1929

Pada saat itu Yahudi mengklaim Tembok Buraq sebagai tembok ratapan dan beribadah massif di sana. Umat Islam tidak tinggal diam sehingga muncul gerakan massa. Kemudian Yahudi menggunakan bantuan tentara Inggris. Mereka menangkap 3 orang aktivis yaitu Fuad Hassan Hijazi, Mohamed Khalil Jamjoom dan Atta Ahmad al-Zeer dan memvonis mereka dengan hukuman mati. Pada konflik tersebut 133 Yahudi tewas dan 369 lainnya terluka. Lalu Inggris membela Yahudi dan membunuh 116 syuhada Arab dan melukai 232 orang lainnya

5. Revolusi Arab Raya (1936-1939)

Konflik ini diawali terbunuhnya Izz al-Din al-Qassam pada November 1935. Pada November 1935, dua anak buah al-Qassam terlibat bentrok dengan polisi Inggris dan menewaskan seorang polisi. Akibatnya, polisi memburu dan menewaskan Al-Qassam di sebuah gua dekat Ya’bad, Tepi Barat. Kematian ini dengan cepat menyulut kemarahan warga Arab di Palestina.

Faktor lain yang menjadi pemicu Revolusi Arab adalah penemuan kiriman senjata dalam jumlah besar di pelabuhan Jaffa yang ditujukan untuk Haganah, pasukan paramiliter Yahudi. Sementara itu, angka imigrasi Yahudi ke Palestina terus meningkat.

Akibat revolusi ini, 5.000 warga Arab, lebih dari 300 warga Yahudi, dan 262 tentara Inggris tewas. Sedikitnya 15.000 warga Arab terluka. Imam Besar Amin al-Husayni yang menjadi pemimpin revolusi mendapatkan suaka di Lebanon, Irak, Italia, dan akhirnya Nazi Jerman.

Pada tanggal 15 Mei 1948 negara Israel didirikan.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *