Oleh: Sri Vira Candra, SS, MA
Munculnya Zionisme Hingga Nakbah dan Naksah
Palestina harmoni di bawah naungan Islam. Selama 400 tahun Palestina dalam kedamaian di bawah kekuasaan kekaisaran Utsmaniyah. Wilayah Palestina masih menyatu dengan wilayah-wilayah di sekitarnya.
Di sisi lain, Yahudi mengalami rasisme hingga menjadi komunitas tanpa tanah air.
Gagasan negara Yahudi dimulai pada tahun 1896 yang dianggap sebagai solusi modern terhadap permasalahan Yahudi. Sebagai tindak lanjut, pada tahun 1897 dilaksanakan Kongres zionis I di Basel.
Kemudian terjadi Perang Dunia I pada tahun 1914-1918. Ini menjadi awal malapetaka bangsa Palestina. Dalam perang dunia tersebut, Prancis, Serbia, dan kekaisaran Rusia (belakangan juga bergabung Italia, Yunani, Portugal, Rumania, dan Amerika Serikat) menang melawan Austria-Hungaria (belakangan bergabung Turki Ottoman dan Bulgaria). Sejak saat itu Turki Utsmani yang mengalami kekalahan, berada di bawah otoritas Inggris.
Pembentukan nama Yahudi
Pembentukan nama Yahudi dimulai dari terpecahnya kerajaan Nabi Sulaiman menjadi dua, yaitu Israel Utara dan Yahuza. Kekuasaan Israel Utara hancur oleh Babilonia. Maka hanya tersisa Yahuza yang wilayahnya kecil. Dari sinilah mereka mulai mengidentifikasikan Yahuza penting bagi sejarah mereka.
Secara Arkeologi, tidak ada bukti peradaban Yahudi yang diklaim sejak ribuan tahun SM. (Digging Up Jericho, Kathleen M. Kenyon, London 1957)
Dari penggalian sejarah di Jericho, tidak terbukti adanya peninggalan Yahudi sebelum abad 13 SM. Jerico kota tertuda di dunia, sehingga banyak peninggalan-peninggalan yang tidak menunujukkan bahwa bangsa Yahudi punya hak di Palestina, hingga Israel sangat membenci kota Jericho atau aricha.
Kemudian UNESCO menetapkan Palestina sebagai situs Islam dengan alasan:
- Untuk melindungi warisan budaya rakyat Palestina di Timur Baitul Maqdis.
- Memperingatkan Israel bahwa mereka adalah penjajah Baitul Maqdis, dan rezim perampok ini harus berhenti melanggar aturan internasional.
Zionisme dan Ide Negara Yahudi
- Ideologi
Pada tahun 1885 Nathan Birnbaum mengeluarkan istilah Zionisme - Narasi
Ide pendirian negara Yahudi ‘Der Judenstaat’ dimunculkan oleh Theodore Herzl pada tahun 1896. - Aksi
Pada tahun 1897 dilaksanakan Kogres I Zionis di Basel, Swiss.
Zionisme
Istilah “Zionisme” berasal dari kata “Zion” atau “Sion”, yang pada awal sejarah Yahudi merupakan sinonim untuk Yerusalem. “Zion” adalah istilah dalam bahasa Inggris, sementara dalam bahasa Latin disebut “Sion”, dan dalam bahasa Ibrani, disebut “Sion”. Arti dari istilah ini adalah “Bukit”, khususnya merujuk kepada Bukit Suci Yerusalem yang juga merupakan simbol dalam konsep teori Yahudi. “Zion” juga digunakan sebagai julukan bagi kota Yerusalem yang dianggap sebagai kota Allah atau tempat tinggal Yahweh.
Gagasan tentang gerakan Zionisme mulai memperlihatkan konsepnya yang jelas dalam buku ‘Der Judenstaat’ (1896) yang ditulis oleh seorang tokoh Yahudi yang kemudian dipandang sebagai Bapak Zionisme, Theodore Herzl (1860-1904).
“Di Bazel saya mendirikan negara Yahudi…Barangkali dalam waktu lima tahun, dalam limapuluh tahun, orang niscaya akan menyaksikannya” (Theodore Herzl)
“Kita harus memaksa pemerintahan bukan-Yahudi untuk menerima langkah-langkah yang akan meningkatkan secara luas rencana yang telah kita buat yang telah kian dekat dengan tujuannya dengan cara meletakkan tekanan pada pendapat umum yang telah kita agendakan yang harus didorong oleh kita dengan bantuan apa yang dinamakan ‘kekuatan besar’ pers. Dengan sedikit perkecualian, tak perlu terlalu dipikirkan, kekuatan itu telah berada dalam genggaman kita”. (‘Protokol Zionis Ketujuh’)
Gerakan Zionisme mulai mendapatkan momentumnya berkat bantuan dana keuangan tanpa batas) dari Mayer Amschel Rothschilds (1743-1812) dari Frankfurt, pendiri dinasti Rothschild, keluarga Yahudi Paling kaya di dunia. Pendukung kuat dari kalangan politisi Eropa terhadap gerakan Zionisme datang terutama dari Llyod Gerge (Perdana Menteri Inggris), Arthur Balfour (Menteri Luar Negeri Inggris), Herbert Sidebotham (tokoh militer Inggris), Mark Sykes, Alfred Milner, Ormsby-Gore, Robert Cecil, J.S. Smuts, dan Richard Meinerzhagen.
Gerakan Zionis muncul tahun 1800an di Eropa dan memutuskan untuk membuat negara di tanah Palestina yang merupakan bagian dari Kekaisaran Turki Utsmani. Tentu saja Sultan Utsmani, Sultan Abdulhamid II, tidak menerima usulan ini, walaupun pendiri gerakan Zionis, Theodor Herzl, menyodorkannya uang pembayaran sebanyak 150 juta poundsterling sebagai tebusannya.
Zionisme dan Dukungan Asing
“Adapun orang-orang yang kafir, sebagian mereka menjadi pelindung bagi sebagian yang lain. Jika kamu (hai para muslimin) tidak melaksanakan apa yang telah diperintahkan Allah itu, niscaya akan terjadi kekacauan di muka bumi dan kerusakan yang besar”. (QS al Anfal ayat 73)
1916: Perjanjian Sykes-Picot
Ini adalah perjanjian antara Britania dan Perancis untuk membagi wilayah Arab di bawah kekaisaran Turki Ustmani selain Jazirah Arab. Perjanjian ini ditandatangani pada tanggal 16 Mei 1916. Diberi nama sesuai dengan diplomat Prancis, François Picot dan Inggris (Britania), Sir Mark Sykes
1917: Perjanjian Balfour
Deklarasi Balfour tercantum di dalam sepucuk surat tertanggal 2 November 1917 dari Menteri Luar Negeri Inggris, Arthur Balfour, kepada Lord Rothschild, pemimpin komunitas Yahudi Inggris, untuk diberitahukan kepada Federasi Zionis Britania Raya dan Irlandia. Deklarasi Balfour disiarkan lewat media massa pada tanggal 9 November 1917. Deklarasi ini membuat dukungan terhadap gerakan Zionisme di kalangan komunitas Yahudi sedunia meningkat pesat
Menegaskan dukungan Pemerintah Inggris bagi pembentukan sebuah “kediaman nasional” di Palestina bagi bangsa Yahudi
Deklarasi Balfour
Deklarasi Balfour (2/11/1917) adalah janji pemukiman untuk Bangsa Yahudi di kawasan yang diberi nama Palestina. Menteri Luar Negeri Inggris Arthur Balfour menjanjikan kepada Lord Walter Rothschild, seorang taipan Yahudi di Eropa. Teks deklarasi tersebut diterbitkan di media sepekan kemudian. Deklarasi ini terdiri dari 119 kata, disusun oleh 25 pakar Yahudi Zionis dari berbagai negara. Chaim Weismann -Yahudi terkemuka, salah satu inisiator fanatik Zionisme- sampai turun tangan dengan 17 kali menyebrangi Samudera Atlantik.
The ‘ilegal’ Haganah 1920
Haganah adalah gerakan bawah tanah Yahudi yang didirikan pada tahun 1920 dengan nama resmi Irgun Hagannah Ha’vri. Haganah bisa dikatakan sebagai salah satu pilar organisasi paramiliter Yahudi di wilayah Palestina saat masih menjadi wilayah mandat Britania Raya sejak 1920 hingga 1948.
Madjid Shafa dalam bukunya ‘Negara Fiktif’ menyatakan bahwa kelompok ini merupakan Organisasi Militer Zionis yang memulai aktifitasnya sejak tahun 1921 di Jerusalem. Tujuan: mengusir kaum muslim Palestina dan menempatkan orang Yahudi di bumi para nabi tersebut.
1947: Resolusi 181 (Pembagian Wilayah Palestina)
Resolusi yang dikeluarkan pada 29 November 1947 dianggap sebagai payung hukum pertama yang memberi izin berdirinya negara Israel setelah berakhirnya mandat Inggris atas Palestina pada tanggal 15 Mei 1948 setelah kesepakatan politik yang dikenal dengan Deklarasi Balfour. Sejak resolusi tersebut berdirilah di atas tanah Palestina 2 negara yang terpisah secara pemerintahan, yaitu negara Arab dan negara Israel. Keputusan pembagian ini diambil setelah melakukan pemungutan suara yang diikuti oleh 56 negara anggota PBB, 33 negara mendukung, 13 negara menolak dan 10 negara abstain termasuk Inggris.
Pada tahun 1947 kapal “hagana” mendarat di Haifa dengan spanduk raksasa “Jerman telah menghancurkan keluarga kami, tolong jangan hancurkan harapan kami”.
UN-Partition Plan 29 Nov 1947 atau Resolusi 181 membagi Palestina menjadi 55 persen untuk bangsa Yahudi, 45 persen buat bangsa Palestina, dan 1 persen lainnya (Yerusalem) berada di bawah kontrol masyarakat internasional. Pada tanggal 14 Mei 1948 Negara Israel dideklarasikan setelah adanya mobilisasi orang Yahudi secara besar-besaran dari Eropa dan dikuatkan dengan resolusi 181 PBB.
1948: Perang Nakba
Perang ini terjadi pada 15 Mei 1948, satu hari setelah pengumumam berdirinya negara Israel di atas tanah Palestina pada 14 Mei 1948. Sekitar 750.000 orang terusir dari tanah air mereka dan terpaksa mengungsi di wilayah terdekat Palestina seperti Lebanon, Suriah, dan Yordania. Kemudian keluar Resolusi PBB Nomor 194 tentang hak semua pengungsi Palestina untuk kembali ke rumah mereka.
Pada bulan Juni 1967 Israel berhasil menguasai Al Quds Timur.
Camp David Accord 1978
Mesir melalukan pengkhianatan terhadap bangsa Palestina, yaitu mengakui negara Israel dengan syarat Semenjung Sinai dikembalikan ke Mesir. Pada tahun 1978 Menachem Begin dan Anwar Sadat mendapat hadiah Nobel.
Oslo Accord 1993
Pda tahun 1993 Pimpinan PLO Yasser Arafat, Perdana Menteri Israel Yitzhak Rabin dan Presiden AS Bill Clinton menyepakati perjanjian perdamaian Oslo. Perjanjian ini membagi Palestina menjadi tiga bagian.
1. Area A: 18 % Tepi Barat.
Area A di bawah kontrol otoritas sipil dan militer Otoritas Palestina. Hebron, Nablus, Ramallah, Bethlehem dan beberapa kota yang tidak berbatasan langsung dengan pemukiman zionis. Dipisahkan oleh wilayah yang dikendalikan Israel sehingga penduduk tidak bisa bepergian ke tempat lain tanpa melewati checkpoint dan pos militer Israel. Di Hebron malah dibagi lagi menjadi dua karena ada pemukiman illegal Israel.
Meskipun secara formal otoritas di bawah PA, Israel tetap berkuasa secara de facto, termasuk bebas menyerbu rumah-rumah dan menangkap orang sesukanya. Sebagian kritik malah menyebutkan PA malah dipaksa menjadi semacam pembantu dari okupasi zionis dengan dijanjikan perdamaian.
2. Area B : 22% dari Tepi Barat.
Area B berada di bawah otoritas sipil PA tapi kendali militer Israel dengan dukungan polisi PA. Kawasan subur yang terdiri dari 400 desa dan Kawasan pertanian. Meski di bawa kendali sipil PA secara formal, pemukiman zionis illegal terus dilakukan. Didukung militer Israel.
3. Area C : 60% dari Tepi Barat.
Area C di bawah control penuh Israel. PA hanya boleh mengurusi Pendidikan dan kesehatan. Israel menentukan apa yang boleh dibangun. Lebih dari 70% desa-desa Palestina di wilayah ini tidak dihubungkan dengan infrastruktur dasar seperti air.
Ada Apa di Palestina?
Di Palestina terjadi genosida (pembantaian), pembersihan etnis, dan apartheid. Karena itu, kita peduli terhadap Al Quds dan Tepi Barat, Gaza, pengungsi, dan tawanan. Israel melakukan berbagai kejahatan di wilayah al Quds dan Tepi Barat dengan melakukan Yahudisasi yang berbentuk:
- Yahudisasi Geografis: penghancuran rumah, penghancuran kebun zaitun
- Yahudisasi Demografis: penembakan, penangkapan
- Yahudisasi Identitas: penggantian nama kota dan jalan, kurikulum Israel
- Yahudisasi Budaya dan Peradaban: penghancuran mesjid, penghancuran situs-situs Islam, membangun sinagog di Bawah Mesjid Al Aqsa
Mereka juga menghancurkan rumah yang dilegalkan dengan alasan penghuni rumah idak mampu membayar pajak, bangunan tanpa izin, atau pembangunan lokasi publik. Penghancuran ini dilakukan oleh militer Israel. Mereka melakukan hukuman kolektif terhadap warga yang dianggap melukai/mencoba melukai. Hal ini mengakibatkan ribuan warga menjadi pengungsi.
Israel juga menangkap dan memenjarakan anak di bawah umur. Mereka mengadili anak-anak Palestina di pengadilan-pengadilan militer. Sejak tahun 2000 tentara Israel telah memenjarakan lebih dari 12.000 anak. Umumnya mereka ditahan dengan tuduhan melempar batu, yang bisa dikenakan hukuman lebih dari 20 tahun penjara.
Selain anak, Israel juga kerap menangkap, memenjarakan, dan menyiksa kaum perempuan. Namun hal ini tidak melemahkan mereka. Seorang perempuan menulis,
“Saya tidak mengatakan pesan ini untuk “penjajah atau warga negara israel” Saya menyampaikan pesan ini kepada ibu-ibu Palestina untuk terus melahirkan pahlawan-pahlawan yang bertahan untuk tanah suci. Untuk para pemuda kami, kami bangga pada Anda. Kami sangat menghormati kalian. Untuk genangan darah pemuda di semua tempat, Tepi Barat dan Quds dan Jalur Gaza, kamp pengungsian dan perkumpulan warga Palestina di seluruh dunia, yang menunjukkan Quds adalah milik kita..Saya salut kepada.para pemuda itu dan memberikan salam saya. Kita hari ini mengalami beberapa perang, syekh jarrah, Quds, al Aqsa dan di semua kancah perjuangan. al Quds, Silwan, Isawiyah, dan di semua tempat. Tapi seperti yang selalu kami katakan untuk Al Quds “Mereka akan pergi dan kami akan tinggal“
“Alhamdulillah segala puji bagi Allah yang telah memilih keluarga saya sebagai keluarga syuhada.Dan kami akan terus persembahkan anak2 kami hingga Allah ridho meski yg tersisa hanya kesabaran dan kami akan berikan/persembahkan lebih dari itu.Ya Allah ambillah yang Engkau mau dari kami hingga Engkau ridho. Demi Allah tidaklah darah para syuhada melainkan ia menjadi bahan bakar bagi peperangan atau perjuangan melawan penjajah.Tidak ada satu haripun ketika darah tertumpah membuat kami mundur, melainkan kami akan terus maju.nIni bukan musibah melainkan berita gembira Segala puji bagi Allah.Kami memohon kepada Allah agar menerimanya sebagai amal shalih.Orang yg syahid di jalan Allah adalah sebuah keuntungan bukan kerugian. Kami tidak akan pernah rugi dengan izin Alalh demi Allah ini adalah jual beli yang sangat menguntungkan.Jaga mereka ya Allah, teguhkan mereka ya Allah.Ya Allah jadikan mereka duri bagi musuh-musuh mereka. Ya Allah tolong kami, menangkan kami dan kami akan terus berjuang hingga tiba waktunya. Pembebasan Baitul Maqdis Allahu akbarWalillah al hamd”
Dari Maimunah mantan budak Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam, ia berkata, “Wahai Rasulullah, berilah kami fatwa berkenaan dengan Baitul Maqdis, ” beliau bersabda: “Ia adalah bumi Al Muntasyar dan Al Muntasyar (tempat dikumpulkannya manusia pada hari kiamat), datangi dan shalatlah kalian di sana, sebab shalat di dalamnya seperti shalat seribu kali di tempat lainnya. ” Aku bertanya, “Bagaimana pendapat tuan jika saya tidak bisa ke sana?” beliau menjawab: “Memberi minyak yang dengannya lampu bisa dinyalakan di dalamnya, barangsiapa melakukan itu, maka ia seperti telah mendatanginya. (HR Ibnu Majah No – 1397)
Trump
Tahun 2017 Trump mengumumkan AS mengakui Yerusalem sebagai Ibukota Israel. Ini menyebabkan PLO/PA memutus hubungan dengan AS.
Tahun 2018 AS membuka kedutaan besar di Yerusalem, berhenti memberikan bantuan bagi U.N. Relief and Works Agency for Palestine Refugees in the Near East (UNRWA), dan menutup kantor PLO.
Tahun 2019 Trump mengakui Dataran Tinggi Golan sebagai wilayah Israel, bertentangan dengan PBB. Netanyahu menjanjikan untuk kembali menganeksasi Tepi Barat. AS menyatakan pemukiman zionis di Tepi Barat “tidak secara otomatis melanggar Hukum Internasional”.
Tahun 2020 dilaksanakan “Deal of the Century” yang dipimpin oleh Menantu Trump.
1.600 trilyun rupiah atau 10 juta US dollar per tahun dikeluarkan untuk Yahudisasi.
“Sesungguhnya orang-orang yang kafir itu, menafkahkan harta mereka untuk menghalangi (orang) dari jalan Allah. Mereka akan menafkahkan harta itu, kemudian menjadi sesalan bagi mereka dan mereka akan dikalahkan. Dan ke dalam neraka Jahanamlah orang-orang yang kafir itu dikumpulkan.” [Al-Anfal (8):36].
Gerakan Sosial Masyarakat untuk Palestina Merdeka
Beberapa gerakan uang dapat dilakukan untuk Palestina merdeka:
- Penguatan Literasi melalui berbagai seminar dan diskusi
- Penggalangan Donasi
- Kampanye melalui Media SosialSocial-Media Campaign
- Aksi Massa
- Seruan Boikot Produk






